MADIUN – Perjuangan LSM Gerakan Rakyat Muda Madiun (GRAMM) mengungkap skandal di PT IMMS (Inka Multi Solusi Sirveice) menemui titik terang. Akhirnya, pihak PT IMSS, anak perusahaan pelat merah, BUMN PT. INKA (Persero), mengundang para vendor yang merasa dirugikan dan lembaga pendampingnya, LSM GRAMM.
Undangan dari PT IMMS ini diharapkan bisa menuntaskan kemelut yang berlarut-larut hingga merugikan rekanan PT IMMS melalui musyawarah, terutama menyelesaikan tuntutan para vendor yang memiliki tagihan.
“Informasi dari teman GRAMM, memang ada undangan dari PT IMMS. kontak dari teman sekantor ini, katanya hari Senin depan (14/9/2020), ungkap Sekretaris LSM GRAMM, Bambang Gembik, kepada jurnalis online di kediamannya, Jumat (11/ 9).
Maksud undangan tersebut, lanjut Gembik, pihaknya diminta datang pada Senin pekan depan (14/ 9), dengan mengajak serta para vendor yang tengah dia dampingi perkaranya. Hal itu semetris dengan penjelasan Humas PT INKA, yakni induk PT IMSS, Bambang R, yang menjawab pertanyaan jurnalis via whatsapp. “Yang mengundang adalah pihak PT IMSS, Pak”, tulis Bambang.
Namun, terkait undangan tersebut, Dirut PT IMSS, kolik, dan Humasnya, Alfi, seolah sepakat untuk bersikap ‘setali tiga uang’. Keduanya kompak tidak menjawab, saat dikonfirmasi lewat whatsapp.
Sementara dua rekanan kerja PT IMSS, Sugito dan Sunarto, yang dihubungi terpisah mengaku siap mendatangi pertemuan dengan pihak PT. IMSS. “Tentu kami datang tidak dengan tangan kosong, melainkan membawa berbagai yang terkait dengan pekerjaan kami di PT. INKA”, tandas Sugito. (fin/ jtm-1)











Komentar