SIDOARJO – Terobosan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk menyelamatkan pandemi Covid-19 mulai terbukti. Melalui UPT Palang Merah Indonesia (PMI), berhasil mensosialisasikan para survivor Covid-19 (Penderita Virus Corona) yang sembuh untuk berjuang melawan Covid-19 melalui donor Plasma Konvalesen.
Menurut Plh Bupati Sidoarjo, H. Drs. Achmad Zaini, MM, setidaknya hingga saat ini dari data di UPT PMI Sidoarjo, sudah ada 20 pendonor plasma Konvalesen, yaitu sudah merelakan plasma darahnya dipergunakan bagi pasien Covid-19.
“Kebetulan hanya Sidoarjo dan Surabaya oleh Balai POM Pusat yang hasil pendonor Plasma Konvalesen dinyatakan memenuhi standar. Jadi, selain upaya melakukan sosialisasi hidup sehat era baru, dengan protokol kesehatan Covid-19, kami juga mengharap ada relawan Plasma Konvalesen, sehingga pasien Covid-19 bisa sembuh,” ungkap Zaini, kepada WartaTransparansi.com, Selasa (1/9/2020).
Lebih lanjut, kata abah Zaini, panggilan akrab Sekdakab Sidoarjo ini, peran PMI memang cukup optimal dan maksimal. Sebelumnya, PMI Sidoarjo juga menyumbang 150 kantong darah sesuai arahan Ketua Umum PMI pak Jusuf Kalla (JK), dikirim ke saudara yang terjadi pengeboman di Beirut, Lebanon.
“Pak JK memang menginstruksikan seluruh PMI di Indonesia ikut andil. Alhamdulillah, saat itu ada stok banyak ya kita kirimkan 150 kantong darah ke sana (Beirut, red),” ucapnya.
Sebelumnya, Pemkab waspada terhadap perkembangan Covid-19. Data akhir, 1 September 2020, pukul 01:01;20 dini hari jumlah pasien meninggal 319 jiwa, orang dalam pemantauan (ODP) 1846, dan pasien dalam perawatan (PDP) ada 1237 serta positif Covid-19 tersebar di 18 kecamatan sejumlah 5095 orang.
Drs. H. Achmad Zaini, MM membenarkan sebaran Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo masih perlu diwaspadai. Walau jumlah pasien sembuh mengalami pelonjakan, jumlah total 3736 orang, kebiasaan hidup dalam tatanan baru, harus bermasker, biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak menjadi tugas seluruh masyarakat.
“Kalau warga masih abai terhadap kehidupan new normal, maka penyebaran Covid-19 tentu akan mengalami pergeseran secara masiv dan sulit dikendalikan,” ungkap Achmad Zaini, saat dihubungi WartaTransparansi.Com, Selasa (1/9/2020).
Achmad Zaini, juga selaku Ketua Harian Tim Gugus Tugas (Gusgas) Penanganan Covid-19 Sidoarjo, masyarakat harus ada keberanian untuk hijrah (beralih) dari pola hidup normal kea rah lebih baik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Tentu hasilnya kurang maksimal, kalau masyarakat kurang merespon. Kerja keras dari Tim Gusgas dibantu TNI dan Kepolisian sudah luar biasa, termasuk ikut terlibat langsung dan berpartisipasi, mulai Kampung Tangguh, pembagian masker gratis dan ikut mengawasi warga yang bandel,” ulasnya.
Dari pantauan WartaTransparansi.Com di lapangan, petugas yang secara acak melakukan razia masih menemukan kelompok atau berkumpul masyarakat kurang memperhatikan protokol kesehatan. Seperti di kawasan Waru, aparat terpaksa memberikan sanksi kerja bakti membersihkan makam Islam setempat, setelah kedapatan tidak memakai masker.
Begitu pula, razia di jalan raya, masih ditemui ada pengendara motor atau mobil lalai tanpa masker. Saat diingatkan, katanya jatuh. “Inilah fakta, masyarakat memang sering abai. Seharusnya, ada stok di mobil atau di jok motor, sebelum bepergian ya harus dicek seluruhnya, termasuk masker,” ungkap Agus, petugas Satpol PP Pemkab Sidoarjo. (mat/jtm1)











Komentar