oleh

Team Gabungan, Cek Kesiapsiagaan Posko KTS dan PPKM Mikro Diwilayah Rejoso

PASURUAN – Jajaran Polres Pasuruan Kota, Polda Jatim melakukan pengecekan terkait kesiapsiagaan Posko Kampung Tangguh Semeru (KTS) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro diwilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (20/02/2021) pagi.

Yang mana dalam kegiatan diwilayah tersebut, dari pihak Polres Pasuruan Kota diwakili oleh KabagRen dengan didampingi dari pihak Polsek beserta jajaran Muspika seperti dari Koramil 0819/08 dan juga pihak Kecamatan Rejoso turun di 4 lokasi Desa.

Diketahui dari 4 Desa yang di cek itu diantaranya seperti di Desa Sambirejo, Desa Rejoso Kidul, Desa Manikrejo dan juga di Desa Segoropuro. Dan untuk kegiatan dilapangan, semua berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan.

Pada kesempatan yang ada, dalam hal ini Kabagren Polres Pasuruan Kota yaitu Kompol Endri mengajak kepada seluruh jajaran Pemerintah Desa untuk bersinergi didalam mewujudkan serta mengoptimalkan pelaksanaan Posko KTS dan PPKM Mikro dilapangan.

Baca Juga  Siruaya Utamawan Tegaskan Hak Pekerja Digital–Transportasi Harus Terjamin dalam Program JKN

“Pesan dari Bapak Kapolres, diminta kerjasama dari semua pihak untuk mewujudkan kegiatan ini. Khususnya bila ada pendatang baru, orang asing dan itu harus diantisipasi. Dan dengan adanya ruangan isolasi termasuk Pos Check Point salah satunya seperti yang ada di Desa Manikrejo ini, saya sangat apresiasi”. Ujar Kompol Endri.

Keberadaan Posko KTS dan juga penerapan PPKM Mikro ditingkat Desa, tujuannya tidak lain adalah untuk menekan adanya penyebaran Covid 19 sekaligus dapat meminimalisir adanya gangguan Kamtibmas.

Menanggapi adanya kegiatan semacam itu, Muhammad Nurkholis selaku Kepala Desa Manikrejo, Kecamatan Rejoso turut mendukung penuh sekaligus berharap agar wabah pandemi Covid 19 cepat berakhir.

“Tentu kami sangat mendukung, dan nantinya kita beserta jajaran perangkat, tokoh masyarakat dan pemuda juga akan menerapkan pemberlakuan traching terhadap warga luar diatas pukul sebelas (11) malam dan kita juga akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Alhamdulillah..!! hingga saat ini Desa kami zona hijau, semoga kita selalu dalam lindungan ALLAH SWT”. Ungkapnya Kades Muhammad Nurkholis.

Baca Juga  Bupati Mojokerto Rapat Koordinasi Bahas Himbauan Panduan Ibadah bulan Ramadhan 1442 H

Begitu juga seperti yang disampaikan oleh Kades Segoropuro, bahwasanya pihaknya juga inten dan rutinitas melakukan sosialisasi tentang 5 M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas) bagi warganya ataupun tamu pendatang setiap satu Minggu sekali.

“Tidak bosan-bosan kita melakukan sosialisasi keliling kepada masyarakat, supaya membiasakan diri dengan 5-M. Bahasanya kita ‘toreh tretan, ta’aten anjuran derih Pemerintah’ (ayo saudara, patuhi aturan dari Pemerintah), termasuk melakukan penyemprotan disinfektan. Dan Alhamdulillah….!! hingga saat ini di Desa kami zona hijau”. Ujar Kades Sarli Efendi, yang kental dengan logat Maduranya.

Baca Juga  Pelatihan Pemberdayaan Perempuan, Desa Takeranklating Bekali Ibu-ibu PKK Bertema 'Angon Kambing Tanpa Ngarit'

Selain itu pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat vital atau publik, terutama ditempat dan area Makam Mbah Sayyid Arif Segoropuro yang menjadi tempat destinasi wisata religi bagi Desa setempat.

Bahkan setiap hari Kamis malam (Jumat manis), tempat tersebut banyak dikunjungi oleh para peziarah baik masyarakat sekitar maupun dari luar daerah. Guna untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, sementara waktu pihaknya juga menutup tempat wisata religi tersebut.

“Kebetulan potensi di Desa kami itukan tempat wisata religi makam Mbah Sayyid Arif, dan untuk sementara waktu kita tutup dulu bagi peziarah. Kaitan ini kita bersama para relawan beserta Muspika, sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak termasuk yayasan setempat. Dan Alhamdulillah semua memahami, sehingga berjalan aman terkendali”. Pungkasnya Kades Segoropuro.

(RB)

News Feed