oleh

KM Sanus 115 Tak Bertolak ke Masalembo Sumenep, apa Penyebabnya

SUMENEP – Tol Laut Kapal Motor Penumpang Sabuk Nusantara (KMP. Sanus) 115 PT. Pelni (Persero) yang beroperasi lintas Kepulauan Kabupaten Sumenep meliputi kepulauan Masalembu – Kramian – Kalianget – Kangean – Sapeken dan Pagerungan Besar, hingga 4 hari ini tidak bertolak (berangkat berlayar) menuju kepulauan Masalembo sesuai jadwal.

Ketidak jelasan informasi baik dari operator kapal ataupun Kesyahbandaran terkait penyebab dan jadwal keberangkatan KMP Sanus 115 ke Masalembo, karena BBM tidak cukup ataukah karena cuaca dan gelombang tinggi, sehingga banyak calon penumpang dan barang bawaannya menumpuk di pelabuhan kalianget dan di beberapa rumah penginapan di sekitar pelabuhan Kalianget, Sumenep Jawa Timur. Rabu (03/02/2021)

Supriyanto, SH., MH., Kepala kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Kalianget terkait ketidak berangkatan KMP Sanus 115 menuju kepulauan Masalembo, kepada media ini mengatakan bahwa disamping karena keadaan cuaca buruk sebelumnya, pada saat ini yang menyebabkan kapal Sanus 115 tidak bertolak karena ada kendala di BBM (Bahan Bakar Minyak).

“Sabuk 115 siap standby menunggu bunker atau isi BBM, sampek tanggal 5 menunggu selesai isi BBM bos,” tukas pejabat nomer satu di KSOP Kalianget yang akrab disapa Pak Pri.

Baca Juga  Jadi Tersangka Gegara Mengangkut 79 Bal Rokok Tanpa Pita Cukai, Warga Sumenep Dijebloskan Jeruji Besi

Terkait kapan dilakukan pengisian BBM untuk Tol Laut Sanus 115, pak Pri meminta media ini untuk menghubungi pihak operator kapal.

“Hubungi operator bos,” ujarnya.

Taufik, petugas Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kalianget mengatakan bahwa pengisian BBM atau Bunker itu dilakukan setiap kapal datang, seperti misalnya milik kapal PT. Dwi Dharma Utama atau DDU (KMP. Dharma Kartika dan KMP. Satya Kencana).

“Kalau tol laut Sanus 115 saat ini masih ada di Kalianget rencana akan menambah BBM, karena diperkirakan tidak akan cukup jika tidak menambah BBM sebab faktor cuaca saat ini sedang tidak kondusif. Setelah isi BBM nantinya akan meneruskan perjalanan ke Masalembu. Insya’Allah hari Kamis pagi baru berangkat,” terangnya.

Kapten Budi Suherman, Nakhoda Tol Laut KM. Sabuk Nusantara 115 PT. Pelni (Persero) mengatakan bahwa saat ini KMP Sanus 115 masih di Kalianget menunggu isi BBM buat penambahan selama berlayar karena kapal mau langsung ke Masalembo.

“Kalau masalah BBM bukan faktor utama, tapi kapal tidak berangkat karena faktor cuaca. Di Masalembo masih kurang baik pak cuacanya, oleh sebab itu Syahbandar mulai dari kemarin belum memberi izin berlayar,” jelas kapten Budi panggilan populernya.

Baca Juga  Nelayan Hilang di Perairan Paliat Sumenep

Menurut kapten Budi, berlayar ke pulau Kangean dan ke Masalembo kedaan cuaca untuk saat ini berbeda. Kalau ke Kangean masih bisa di dorong ombak kalau ke Masalembo ombaknya bisa kena lambung kapal. Jadi Syahbandar masih belum izinkan berlayar.

“Di pelabuhan Masalembo, kapal Tol laut Sabuk Nusantara 99 juga belum diberi izin bertolak ke Surabaya karena masih pengaruh cuaca,” ungkapnya.

Lebih lanjut kapten Budi menyampaikan bahwa sudah mengajukan penambahan BBM ke pusat di Jakarta, jika sudah di ACC (disetujui) dan Drop Ordernya di Surabaya atau di Camplong Sampang maka baru dilakukan pengisian BBM.

“Perkiraan besok (04/02/21) Kamis di isi BBM, jika tidak ada kendala dipastikan berangkat sambil menunggu cuaca membaik. Saya sudah koordinasi dengan Syahbandar juga menunggu cuaca baik, dan Kita akan berlayar selama di beri izin oleh Syahbandar,” ujarnya.

Terkait kepastian keberangkatan sabuk 115 ke Surabaya ataupun ke Masalembo, pada saat cuaca masih di atas 2 meter, Jadi Syahbandar masih melarang kapal untuk berlayar demi keselamatan.

“Prakiraan cuaca buat hari ini dan besok masih besar pak, insya’allah tanggal 5 sudah turun ombaknya dan semoga sampai ke tanggal 7 cuaca mulai membaik. Kalau ke kangean paling enak karena di dorong ombaknya dari belakang, tapi kalau ke Masalembo ombaknya langsung dari lambung dan pasti kapalnya goyang,” pungkasnya.

Baca Juga  Kominfo Gelar UKW Bersama Solopos Institute, Apresiasi Bagi Wartawan Magetan

Terpisah, Usman kholid Kepala Stasiun Meteorologi Maritim kelas III Kalianget, kepada media ini menyampaikan informasi update BMKG stasiun Meteorologi Maritim kelas II Tanjung Perak Surabaya tentang ‘Prakiraan Cuaca Pelayaran’ pada hari ini dan besok (tanggal 3 – 4) menunjukkan arah angin barat laut dengan kecepatan antara 9 – 21 Knots, cuaca hujan sedang, dan tinggi gelombang antara 1.25 – 3.00 meter (katagori sedang sampai tinggi).

“Perkiraan tinggi gelombang wilayah perairan laut bagian barat dan timur Masalembo, perairan kepulauan Sapudi dan Kangean pada tanggal 5 sampai 8 Februari 2021 antara 1.00 – 2.50 meter dan terus turun sampai 0.50 – 1.75 meter (katagori sedang – rendah),” pungkasnya.

Berdasarkan data informasi dari Badan Meteorologi Klomatologi dan Giofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya menunjukkan bahwa katagori gelombang Tenang 0.1-0.5 meter, Rendah 0.5-1.25 meter, Sedang 1.25-2.5 meter, Tinggi 2.5 – 4.0 meter, Sangat tinggi 4.0-6.0 meter, Ekstrim Lebih dari 6.0 meter.

(ONG/RadarBangsa.co.id)

News Feed