oleh

Polrestabes Surabaya, Melaksanakan Giat Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2020

Surabaya – Apel Pasukan yang dipimpin Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir disaksikan Para Pejabat Utama (PJU) dan personel Polrestabes Surabaya, anggota Satpol PP serta petugas Linmas Pemkot Surabaya. Senin (21/12/2020).

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir melalui Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, mengatakan, sebanyak 670 personel yang terdiri dari anggota TNI Polri, Satpol PP, Dishub serta anggota Linmas Pemkot Surabaya akan diterjunkan dalam pelaksanakan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2021.

Kita menggelar Operasi Lilin Semeru tahun 2020 dalam rangka persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru di beberapa titik Kota Surabaya.

Kita juga menggunakan potensi masyarakat yang ada, diantaranya anggota Komando Keamanan dan anggota Banser Surabaya agar tercipta situasi Natal dan Tahun baru yang aman damai dan sehat, karena saat ini masih pandemi Covid -19,” ujar AKBP Hartoyo.

Lebih lanjut Hartoyo menambahkan, ada 5 titik Pos Pengamanan di 10 lokasi, 11 diantaranya Pos pelayanan masyarakat.

Baca Juga  Bantu Tangani Covid-19, IPHI Sidoarjo Berbenah

Kemudian ada pos pantau yang sifatnya tidak tetap, petugas akan melakukan penjagaan mulai jam 08:00 sampai pukul 18 00 Wib. Tapi kalau untuk Pos Pengamanan selama 24 jam ,” tegas Hartoyo.

Selama gelaran Operasi Lilin Semeru pada tahun ini , petugas tidak akan melakukan sweeping baik dipusat perbelanjaan maupun kepada masyarakat.

Kami Polri dan TNI serta instansi terkait memastikan saudara- saudara kita yang akan merayakan Natal dapat melaksanakan ibadah dengan hikmat aman, kondusif dan tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes).

Baca Juga  Peternak Ayam Gelar Aksi Protes Bagikan Telur Secara Gratis

Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak merayakan pesta perayaan malam tahun baru, alangkah baiknya melakukan refleksi diri dirumah masing – masing.

Kemudian untuk petasaan kembang api dan lain lain, akan dilakukan razia, kita imbau kepada masyarakat agar tidak menjual karena dapat menimbulkan kerumunan,” tutup Hartoyo. (sul)

News Feed