oleh

Pasca Terjadi Tebing Longsor, Kini Talud Telaga Sarangan juga Ambrol

Magetan | jatim.siberindo.co – Setelah diterjang tebing longsor beberapa hari lalu (15/1), kini kawasan wisata Telaga Sarangan Magetan, dikejutkan kembali dengan insiden amblasnya talud di sisi selatan danau, pada Sabtu (17/1/2026) pagi.

Akibat kejadian tersebut sebanyak tujuh unit sepeda motor terjun ke dalam air, dan dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.42 WIB.

​Peristiwa ini tepatnya berlokasi di Dusun Ngluweng, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Menurut keterangan saksi, insiden bermula saat seorang wisatawan sedang duduk bersantai di tepi jalan tepat di atas talud untuk berfoto. Secara tiba-tiba, konstruksi tanah di bawahnya mengalami penurunan.

Baca Juga  DLHP Magetan Siagakan Tim 24 Jam Atasi Sampah Saat Lebaran

Korban sempat berupaya menyelamatkan diri saat tanah mulai retak, namun susulan amblasan membuat tanah di sekitarnya runtuh total ke arah telaga. Akibatnya, deretan motor yang terparkir di lokasi tersebut ikut terseret material longsor.

​Merespons laporan warga, personel Pos Polisi Sarangan bersama BPBD Magetan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

​”Anggota kami segera mendatangi lokasi dan bersama BPBD serta warga melakukan evakuasi korban. Alhamdulillah, korban dalam kondisi sadar, hanya mengalami syok, dan sudah mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat,” ujar Kapolsek Plaosan, AKP Agus Budi Witarno, Sabtu (17/1).

Baca Juga  Di Momen Hari Kemerdekaan, Wali Kota Risma Resmikan Plaza Atas Alun-alun Surabaya

​Selain menolong korban, petugas gabungan fokus mengevakuasi kendaraan. Tercatat total 7 unit sepeda motor tercebur ke dalam telaga. Tiga unit jatuh pada amblasan pertama, disusul empat unit lainnya saat terjadi longsor susulan.

“Berdasarkan olah TKP awal, amblasnya talud sepanjang 70 meter ini diduga kuat akibat kondisi tanah yang terus tergerus air telaga (abrasi) secara terus-menerus. Sedangkan kerugian material akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp.30 juta rupiah,” jelasnya

Baca Juga  Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kukuhkan 20 Da’i Kamtibmas

​Mengingat saat ini masih dalam periode cuaca ekstrem, pihak kepolisian meminta pengelola wisata dan pengunjung untuk lebih waspada. “Masyarakat diimbau selalu memantau informasi cuaca, terutama saat berada di wilayah pegunungan yang rawan longsor,” ungkap Kapolsek Plaosan.

​Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya mengangkat sisa kendaraan dari dasar telaga dan memasang garis polis line di sekitar titik longsor untuk mencegah kejadian serupa. (Rend)

News Feed