Magetan | jatim.siberindo.co – Wakil Bupati Magetan, Suyat Priasmoro, membongkar fakta mengejutkan mengenai sektor peternakan Magetan yang tengah menghadapi krisis serius. Dalam acara Talk Show Pendidikan bertema “Sinergi UNIPMA dalam Membangun SDM yang Unggul di Kabupaten Magetan,” ia mengungkapkan bahwa populasi sapi, yang merupakan komoditas unggulan daerah, telah anjlok lebih dari 40.000 ekor akibat merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni UNIPMA Korwil Magetan ini digelar di Pendapa Surya Graha pada Selasa (9/12/2025).
Menurutnya, kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah sangat diharapkan. Namun, Kang Suyat, sapaan akrabnya, menyelipkan peringatan penting bahwa, ”Pada tahun 2020, populasi sapi kita mencapai 112.000. Namun, saat ini populasi yang tersisa hanya sekitar 69.000,” ungkapnya.
Data ini menunjukkan penurunan drastis yang menjadi tantangan besar bagi Magetan, yang dikenal sebagai sentra ternak sapi di Jawa Timur. Wabah PMK telah memicu kerugian ekonomi dan ancaman terhadap mata pencaharian para peternak.
Di tengah tantangan ini, Wakil Bupati Magetan menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang terjalin dengan Universitas PGRI Madiun (UNIPMA). Menurutnya, UNIPMA telah memberikan kontribusi nyata, terutama dalam implementasi konsep ekonomi hijau (green economy).
“Seperti pengembangan reaktor yang mengolah kencing sapi menjadi bahan bakar kompor gas bagi masyarakat, dan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Tentunya, ini sangat bagus dan bermanfaat bagi sektor pertanian,” jelas Kang Suyat, Selasa (9/12).
Wakil Rektor Bidang 1 UNIPMA, Elva Nuraina, turut menegaskan urgensi kolaborasi ini. “Para alumni UNIPMA tidak hanya berstatus, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif dan berkontribusi, misalnya dalam program UKM dan literasi digital di Magetan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Ika Alumni UNIPMA, Andik Kurniawan, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Magetan. Pun, meyakini potensi besar UNIPMA dalam pembangunan daerah di Magetan Jawa Timur.
“Harapan ke depan, jaringan alumni yang solid dapat mendukung program-program Pemerintah Kabupaten, terutama dalam penguatan UKM dan literasi digital bagi masyarakat Magetan,” tegasnya.
Acara ini secara jelas menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam menghadapi krisis, baik dalam pembangunan SDM unggul maupun penanganan masalah fundamental seperti penurunan populasi ternak akibat penyakit. (Rend)










