oleh

Kisah Inspiratif di Dapur SPPG Purwodadi: Dari Pemberdayaan Lokal hingga Impian Ibadah ke Tanah Suci

Magetan | jatim.sinerindo.co — Dapur Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Purwodadi, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, bertransformasi dari proyek rintisan menjadi pilar ekonomi lokal. Dapur mitra Badan Gizi Nasoonal (BGN) ini mulai beroperasi pada 4 Agustus 2025 lalu. Tak hanya fokus pada pemenuhan target produksi, tetapi juga menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat sekitar, utamanya ibu-ibu rumah tangga.

​SPPG Purwodadi memulai kiprahnya dengan ambisi yang berani. Mereka telah melayani total 3.794 porsi makanan hingga saat ini sejak awal beroperasi.

​”Kami memulai dari nol, dan target batas porsi kami saat ini adalah 3.000 hingga 4.000 porsi,” jelas Raden Septian Bagus Winata, Owner SPPG Purwodadi Magetan, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga  Tambang Trosono Magetan Disetop ESDM Usai Longsor Maut, PT Anugrah Karya Pasti Amankan Bisnis dengan Pindah Lokasi dan Izin Baru

​Untuk memenuhi kebutuhan produksi yang besar, pihak dapur telah mengalokasikan anggaran mandiri sekitar Rp 1,5 Milliar. Menariknya, kebutuhan bahan pokok seperti telur dipasok langsung dari peternak lokal dari desa tetangga, yang secara tidak langsung turut menggerakkan roda ekonomi lokal. Sementara bahan lainnya seperti ayam dan kebutuhan pasar didapatkan dari pasar Magetan dan juga pemasok wilayah sekitar.

Selain itu, dampak sosial SPPG Purwodadi juga terasa signifikan. Saat ini, dapur tersebut mempekerjakan sekitar 50 karyawan, yang 70 persen adalah warga Desa Purwodadi, Kecamatan Barat, Magetan.

Baca Juga  15 Pengungsi Longsor Nganjuk Dilarikan ke Puskesmas Karena Keracunan Massal

​”Mayoritas pekerja kami adalah penduduk Purwodadi, sekitar sepertiga dari total, dan sisanya berasal dari desa tetangga seperti Kauman, Grabahan, Maron dan Prampelan,” ungkap pengelola SPPG Purwodadi.

Inisiatif program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini juga menawarkan harapan baru bagi salah satu relawan di dapur SPPG Purwodadi. Kisah inspiratif ini datang dari Yayuk, seorang ibu rumah tangga dari RT.06 Desa Purwodadi yang telah bergabung sejak awal beroperasi.

Menurutnya, sebelum bekerja di SPPG, Yayuk sepenuhnya mengandalkan penghasilan suami. Kini, dengan penghasilan bulanan yang mencapai total Rp 3,4 juta per bulan, hidupnya mulai berubah drastis. Ia juga mengaku gajinya memuaskan dan bahkan sebagian besar ditabung.

Baca Juga  Jurnalis Magetan Sabet Penghargaan Media Award 2021

​”Alhamdulillah, gajinya utuh. Saya tabung untuk umrah,” tutur Bu Yayuk dengan penuh semangat.

​Tak hanya itu, SPPG Purwodadi juga memberikan manfaat materiil lain bagi pekerjanya. Salah seorang pekerja bernama Pak No bahkan mampu membeli sepeda motor baru setelah bergabung dengan dapur ini. Selain gaji, para pekerja juga mendapat rezeki tak terduga berupa sisa makanan yang layak dari dapur, yang kadang dibagikan kepada tetangga. (Rend)

News Feed