oleh

Polsek Tikung Sisir Penggilingan Padi di Wilayahnya, Cegah Spekulan Mainkan Harga Beras

LAMONGAN, Jatimsiberindo.co – Polsek Tikung Polres Lamongan turun langsung menyisir gudang dan penggilingan padi di Kecamatan Tikung, Senin (4/8/2025). Langkah ini merupakan bagian dari operasi pengawasan ketat terhadap rantai distribusi pangan, menyusul instruksi Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim yang menggarisbawahi pentingnya stabilitas harga dan pasokan beras di tengah ancaman spekulan dan lonjakan kebutuhan.

Kapolsek Tikung, AKP Anang Purwo Widodo, S.H., memimpin langsung pemeriksaan di salah satu penggilingan padi besar milik warga Desa Balongwangi, yang selama ini menjadi sentra suplai beras untuk wilayah Lamongan dan sekitarnya.

“Langkah ini bagian dari tugas kami menjaga stabilitas pangan di tingkat lokal. Kami tidak ingin ada permainan harga, penimbunan, atau praktik curang lainnya yang merugikan masyarakat,” ujar AKP Anang saat ditemui di lokasi.

Ia menekankan bahwa pengawasan seperti ini tidak bersifat seremonial, melainkan sebagai upaya konkret Polri dalam mendukung program “Swasembada Pangan Indonesia” yang dicanangkan pemerintah pusat. “Polri punya tanggung jawab untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan pangan masyarakat tidak dikendalikan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Tak hanya sekadar inspeksi, tim Polsek Tikung juga melakukan dialog dengan pemilik penggilingan, menelusuri alur pasokan gabah hingga distribusi beras ke pasar. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, termasuk pengecekan dokumen usaha dan potensi pelanggaran hukum.

Kanit Reskrim Polsek Tikung, Ipda Andi Nurcahya, S.H., menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik spekulasi yang bisa memicu inflasi lokal. “Kalau kami temukan ada permainan—baik penimbunan, manipulasi stok, atau markup harga—pasti akan kami tindak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran pelaku usaha dalam menjaga ekosistem pangan yang sehat. “Kami harap pelaku usaha tetap jujur, transparan, dan tidak mengambil keuntungan berlebih dari situasi. Pangan adalah kebutuhan dasar rakyat,” tambahnya.

Menurutnya, sinergi antara petani, pengusaha, dan aparat sangat vital dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras. “Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tapi juga soal distribusi yang adil dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, Huda, pemilik penggilingan yang menjadi lokasi inspeksi, menyambut baik kunjungan dari aparat. Ia mengakui bahwa kehadiran kepolisian dapat menjadi kontrol positif agar pelaku usaha tetap berada di jalur yang benar.

“Kami tidak keberatan diawasi, justru ini jadi penyemangat untuk terus menjalankan usaha sesuai aturan,” ucap Huda.

Ia memastikan bahwa seluruh aktivitas penggilingan dan penjualan beras di tempatnya telah sesuai ketentuan. “Kami tidak pernah bermain dengan stok atau harga. Semua berjalan sesuai permintaan pasar dan regulasi yang ada,” tutupnya. (RB)

News Feed