oleh

Jatim Sisakan 3 Daerah Zona Merah Jumlah Pasien Sembuh Terus Meningkat

SURABAYA (Suarapubliknews) – Jumlah pasien sembuh Covid-19 di Jawa Timur menembus angka 10 ribu. Persisnya 10.065 orang. Angka tersebut jauh melampaui jumlah pasien positif aktif yang sedang dirawat yaitu 7816 orang.

Tidak hanya itu, pencapaian ini juga mengubah warna peta persebaran Covid-19. Per Selasa (21/7) Provinsi Jatim tinggal  menyisakan tiga kabupaten/kota berstatus zona merah dari total 38 Kabupaten/Kota yaitu kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan kota Pasuruan. Sedangkan 28 kabupaten kota lainnya berstatus zona orange dan 7 kabupaten/kota berstatus zona kuning.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan hingga Selasa (21/7), jumlah pasien sembuh terkonfirmasi ada sebanyak 10.056 orang atau sejumlah 53,45 persen. Terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 348 orang.

Baca Juga  SIG Manfaatkan Sampah di Kabupaten Cilacap Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Sementara pasien positif bertambah 255 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi positif aktif menjadi 7.816 orang atau sebanyak 43,34 persen. Adapun jumlah pasien yang meninggal sebanyak 1.461 orang atau sebanyak 7,7 persen dan kumulatif positif adalah 18.828.

“Alhamdulillah, kabar baik terus menghampiri Jatim. Ini berkat kerja sama dan kerja keras semua pihak, terutama tenaga kesehatan dan rumah sakit rujukan. Juga kerja keras TNI – POLRI  serta relawan dan masyarakat yang bergotong royong melawan covid -19. InsyaAllah, Covid segera hilang dari Jatim,” katanya.

Baca Juga  Sambut Hari Bhayangkara ke-76, Polda Jatim Gelorakan Bhakti Kesehatan

Beban pasien Jawa Timur cukup berat jika dibandingkan daerah lain di Indonesia. Dengan jumlah kasus 18.828 orang, maka angka kesembuhan kumulatif yang dicapai Jatim  ini bagi merupakan berkah yang luar biasa.

Namun demikian, Khofifah tetap meminta kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Menurutnya, jangan sampai kesembuhan ini menjadi euforia sehingga lupa bahwa bahaya masih mengancam. “Jangan bahagia berlebihan sehingga lupa kalau Jatim masih dalam situasi darurat dan semua berpotensi tertular dan menularkan. Pokoknya tetap waspada sampai vaksin ditemukan,” tuturnya.

Baca Juga  Terima Keluhan Pekerja Seni dan RHU, Komisi D DPRD Surabaya Minta Pemkot Revisi Perwali no 33/2020

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim terus menggiatkan testing dan tracing kepada orang-orang yang beresiko  atau berpotensi terjangkit Covid-19. “Jika ditemukan positif, maka mereka langsung mendapatkan treatment medis. Kita cegah penularan secara progresif ,” imbuhnya. Melihat terus melejitnya angka kesembuhan di Jatim, Khofifah pun mengaku optimis Jatim bisa segera menyelesaikan persoalan Covid-19 ini dan kembali melakukan pemulihan ekonomi. (q cox, tama dinie)  

Komentar

News Feed