oleh

Positif Covid -19, Kepala Bappeda Fais Junaidi Akhirnya Meninggal Dunia

LAMONGAN – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lamongan, Moch Faiz Junaidi meninggal dunia karena Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Unair Surabaya, Rabu (30/12).

Sebelumnya almarhum juga sempat menjalani perawatan diruang isolasi Rumah Sakit (RS) Covid-19 Lamongan, yang kemudian dirujuk ke rumah sakit milik Universitas Negeri ternama di Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan Taufik Hidayat membenarkan, Kepala Bappeda Moch Faiz Junaidi meninggal dunia karena terkonfirmasi positif Covid-19, dari hasil diagnosa rumah sakit.

” Sebelumnya telah dirawat di ruang Isolasi dan Observasi Rumah Sakit Covid-19 Lamongan, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Unair Surabaya. Hari ini beliau meninggal dunia,” ujar Taufik Hidayat singkat, Rabu (30/12) sore.

Berdasarkan Update Data Perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Lamongan per tanggal 29 Desember 2020 pukul 19.00 WIB kemarin, diantaranya sebagai berikut:

Jenis kasus, pelaku perjalanan 54.537 orang, kontak erat 3.609 orang. Suspek 1.955 orang, Diisolasi 329 orang, Discarded 1.502 orang, Meninggal 124 orang. Kemudian, Probable 74 orang, Dirawat 6 orang, Sembuh 47 orang, Meninggal 21 orang.

Baca Juga  TPS Unik Pilkada Ngawi 2020, Panitia Sajikan Hadiah Kambing Bagi Pemilih

Selanjutnya, konfirmasi Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) jumlah total terkonfirmasi Covid-19 mencapai 1.697 orang dengan spesifikasi aktif 127 orang, sembuh 1.476 orang, meninggal 94 orang.

Perlu diketahui, kasus suspek adalah
seseorang dapat disebut sebagai suspek Covid -19 jika memiliki salah satu atau beberapa kriteria berikut,

Mengalami gejala infeksi saluran pernapasan (ISPA), seperti demam atau riwayat demam dengan suhu di atas 38 derajat Celsius dan salah satu gejala penyakit pernapasan, seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, dan pilek

Memiliki riwayat kontak dengan orang yang termasuk kategori probable atau justru sudah terkonfirmasi menderita Covid -19 dalam waktu 14 hari terakhir

Menderita infeksi saluran pernapasan (ISPA) dengan gejala berat dan perlu menjalani perawatan di rumah sakit tanpa penyebab yang spesifik

Kasus probable adalah orang yang masih dalam kategori suspek dan memiliki gejala ISPA berat, gagal napas, atau meninggal dunia, namun belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa dirinya positif Covid-19.

Baca Juga  Gerindra: Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Akan Dilanjutkan

Untuk memastikan atau mengonfirmasi kasus Covid-19, seseorang perlu menjalani pengambilan sampel dahak atau swab tenggorokan.

Kasus konfirmasi Covid-19 adalah orang yang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium berupa PCR. Kasus konfirmasi bisa terjadi pada orang dengan gejala virus Corona atau orang yang tidak mengalami gejala sama sekali.

Kontak erat, adalah kondisi ketika seseorang melakukan kontak dengan orang yang termasuk ke dalam kategori konfirmasi dan probable, baik kontak fisik secara langsung, bertatap muka dengan jarak kurang dari 1 meter setidaknya selama 15 menit, atau merawat orang dengan status konfirmasi dan probable.

Pelaku perjalanan, setiap orang yang melakukan perjalanan dari wilayah dengan angka kasus Covid-19 yang tinggi, baik dalam maupun luar negeri, dalam waktu 14 hari terakhir.

Discarded istilah ini digunakan untuk menggambarkan seseorang dengan status suspek, tetapi hasil pemeriksaan PCR menunjukkan hasil negatif dan telah dilakukan sebanyak 2 kali secara berturut-turut dengan jeda waktu 2 hari.

Baca Juga  Bappelitbangda Sampang Rapat dengan Tim Terpadu

Istilah discarded juga digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

isolasi adalah seseorang termasuk kategori selesai isolasi apabila memenuhi salah satu dari beberapa syarat berikut,
Terkonfirmasi menderita Covid-19, tetapi tanpa gejala dan telah menjalani isolasi mandiri selama 10 hari terhitung sejak tes PCR menunjukkan hasil positif Covid-19

Kasus probable atau konfirmasi dengan gejala Covid-19 yang tidak dilakukan tes PCR, tetapi telah selesai menjalani isolasi mandiri selama 10 hari sejak hari pertama gejala  Covid-19 muncul dan telah sembuh dari gejala tersebut selama minimal 3 hari

Kasus probable atau konfirmasi dengan gejala Covid-19  yang telah menjalani pemeriksaan sebanyak 1 kali dan hasilnya negatif serta tidak menunjukkan gejala demam atau gangguan pernapasan setidaknya selama 3 hari

Kasus kematian akibat Covid-19 adalah kondisi ketika orang yang termasuk dalam kategori probable atau sudah dikonfirmasi Covid-19 meninggal dunia.

(Ard)

News Feed