SAMPANG – Pelaksanaan Wisuda Mahasiswa Angkatan ke VI Politekhnik Negeri Madura (Poltera) menyisakan permasalahan
Pasalnya ditengarai ada oknum di lingkungan Kampus yang ada di jalan Raya Taddan Kecamatan Camplong Sampang itu yang bersikap arogan dan mengancam akan menahan ijazah bagi siswa yang keberatan dikenakan biaya sewa Toga
Menurut salah satu keluarga Mahasiswa yang mewanti wanti tidak mau disebutkan namanya senin malam 28/9, pelaksanaan Wisuda secara virtual namun Mahasiswa yang di Wisuda masih dikenakan biaya
“Ditempat lain tidak dikenakan biaya sewa Toga karena diselenggarakan secara virtual,” ujarnya
Diungkapkan saat Mahasiswa mempertanyakan masalah tersebut malah ditanggapi arogan dan ancaman akan menahan ijazah oleh oknum dilingkungan Poltera
Bentuk ancamannya disampaikan melalui fasiltas WhatsApp dan voicemall
Waktu reporter RB menelusuri dan mencoba untuk mengkonfirnasi terhadap dua Dosen di Poltera, keduanya mengarahkan kepada Taufik Hidayat Humas Poltera
Bahkan salah satu Dosen bernama Lely selasa 29/9 mempertanyakan balik atas konfirmasi dari reporter RB seolah memperjelas apakah pertanyaan atau tuduhan
“Langsung konfirmasi ke Pak Taufik yang mengelola Pelaksanaan Wisuda, saya tidak pernah menyatakan seperti itu, terima kasih,” tuturnya
Sementara Taufik Hidayat Humas Poltera membenarkan jika pada 26/9 lalu dilaksanakan Wisuda secara Virtual
Dijelaskan Poltera secara institusi tidak pernah mengeluarkan surat edaran penahanan ijazah, sesuai pengumuman ijazah akan diserahkan 5/10
Terkait ada ancaman penahanan ijazah, Ia menegaskan Dosen tidak mempunyai kewenangan menahan ijazah karena ijazah akan diserahkan oleh Bagian Akademik bukan Dosen
Ditambahkan, untuk Toga ada biaya sewa tetapi tidak diwajibkan artinya Wisudawan boleh tidak menyewa asalkan pada waktu Wisuda menggunakan Toga lengkap.
(Her/RadarBangsa.co.id)










