oleh

Bupati Lamongan Launching SINOLA

LAMONGAN – Guna menjaring inovasi pelayanan publik di OPD dan unit pelayanan publik serta BUMD, Bupati Lamongan melaunching SINOLLA (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Lamongan di Ruang Pertemuan gajah Mada Pemkab Lamongan, Senin (29/03).

Pelayanan publik berbasis digital menjadi salah satu program prioritas 100 hari kerja pertama Bupati Yuhronur Efendi.

Dalam sambutannya Yuhronur Efendi mengungkapkan indeks kepuasan masyarakat tahun ini naik dibandingkan tahun kemarin. Hal tersebut menunjukkan kualitas pelayanan yang semakin baik.

Baca Juga  Pemdes Plososetro Berbagi Kebaikan Santuni 80 Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Namun demikian Yuhronur berharap semua OPD tidak puas dengan nilai tersebut dengan terus meningkatkan  kulaitas pelayanan. Tahun ini, kata Bupati Lamongan, indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan public sebesar 81,76% sedangkan tahun lalu 80,76%.

“Prestasi-prestasi, Inovasi-inovasi ini agar terus kita jaga. Supaya masyarakat terlayani dengan pelayanan kita, tidak ada cara lain selain meningkatkan kualitasnya. Terus kita jaga, pertahankan dan tingkatkan,” kata Yuhtonur.

Baca Juga  Kontraktor di Lamongan Diduga Korupsi Proyek Pengurukan, Kejari Kemungkinan ada Tersangka Lain

Bupati Yuhronur berharap semua OPD untuk mengikuti kompetisi SINOLLA. Karena selain dapat mendorong peningkatan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan public.

Dengan hadirnya SINOLLA juga mampu mempercepat kulaitas pelayanan publik di Kabupaten Lamongan.

“Dengan adanya Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Lamongan (SINOLLA) diharapkan seluruh perangkat daerah, unit pelayanan publik dan BUMD mengikuti kompetisi ini.

Sehingga selain tercipta one agency, one innovation juga dapat menjaring inovasi terbaik di Kabupaten Lamongan untuk diikutkan Kompetisi Tingkat Provinsi (KOVABLIK) dan Tingkat Nasional (SINOVIK),” imbuhnya.

Baca Juga  Tingkatkan pelayanan, Dispenduk Lamongan turun desa

Lebih lanjut Yuhronur mengatakan, saat ini  aplikasi yang dimiliki OPD Lamongan sangatlah banyak dan mencapai ratusan, namun tidak sampai 50 persen aplikasi ini bisa dijalankan secara efektif.

Oleh karena itu, perlunya efisensi dan penyederhanaan, sehingga terlihat aplikasi mana  yang dianggap memberikan kepuasan terhadap masyarakat kabupaten Lamongan.

(Iful/Edi)

News Feed