oleh

Khofifah Sapa Nelayan di TPI Sendang Biru, Bahas Peningkatan Kesejahteraan dan Infrastruktur

MALANG | Jatim.siberindo.co – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke TPI Sendang Biru, Kabupaten Malang, Senin (28/10). Kehadiran Khofifah di tengah para nelayan ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi mereka, khususnya mengenai upaya peningkatan kesejahteraan dan pengembangan fasilitas bongkar muat di TPI Sendang Biru.

Pada kunjungan tersebut, Khofifah turut menyaksikan langsung aktivitas bongkar muat ikan tuna sirip kuning, salah satu produk unggulan di TPI ini. “Ikan tuna dari Sendang Biru ini sangat istimewa, bahkan legendaris. Banyak kapal dari daerah lain, seperti Kalimantan, turut menyuplai hasil laut di sini, dan ikan tunanya mencapai berat 100 kilogram,” ujar Khofifah kagum.

Khofifah menerima beberapa rekomendasi dari para nelayan, salah satunya terkait harga ikan tuna. “Ikan tuna dari sini sebenarnya memiliki nilai yang tinggi. Kami akan mengusahakan agar harga tuna ini bisa mendukung kesejahteraan nelayan. Saya baru saja berdiskusi dengan pihak hilirisasi di Muncar, yang saat ini fokus pada pasar ekspor. Mudah-mudahan kita bisa sinergikan agar nelayan Sendang Biru dapat menikmati harga yang layak,” tegasnya.

Selain itu, Khofifah merespons langsung kebutuhan BBM yang menjadi salah satu permasalahan utama para nelayan. Ia mengusulkan percepatan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Sendang Biru dalam 100 hari pertama jika terpilih kembali. “Keberadaan SPBN ini sangat strategis. Jika perizinan dari KKP Pusat dapat segera terbit, kita optimis fasilitas ini bisa tersedia tepat waktu. Harapannya, saat musim tangkap pada Maret atau April 2025 nanti, para nelayan sudah terbantu dengan adanya SPBN di sini,” tambah Khofifah.

Selain kebutuhan BBM, para nelayan mengutarakan keinginan agar dilakukan pengerukan laut yang mengalami pendangkalan. Khofifah menyatakan komitmennya dalam menindaklanjuti permintaan tersebut. “Para nelayan meminta pengerukan sekitar 100 meter dengan kedalaman 3 meter. Kita perlu perencanaan yang baik, mungkin dilakukan bertahap agar hasilnya lebih optimal,” jelas Khofifah.

Di sela-sela diskusi, Bahrun, Koordinator Nelayan Sekoci di TPI Sendang Biru, menyoroti dampak deflasi pada harga ikan. “Masalah utama kami adalah harga ikan yang rendah dan ketersediaan BBM. Kami ingin kegiatan penangkapan bisa kembali normal,” ungkapnya. Ia juga menjelaskan, biasanya nelayan mampu menangkap ikan tuna dua kali sebulan antara Maret hingga Oktober, namun keterbatasan BBM di 2024 membatasi mereka hanya sekali sebulan.

Puji Hartono, Ketua I Kelompok Nelayan Rukun Jaya Sendang Biru, juga menyampaikan keluhan terkait pendangkalan laut. Menurutnya, pendangkalan kerap menyebabkan baling-baling kapal rusak dan bahkan kebocoran kapal. “Kami berharap ibu Khofifah bisa membantu realisasi program pengerukan agar aktivitas di Sendang Biru berjalan lancar,” jelas Puji.

Para nelayan turut mengapresiasi bantuan pemerintah dalam membangun fasilitas ponton dan atap pelindung, yang sudah selesai tahap pertama. Mereka berharap proyek tersebut dapat segera dilanjutkan, karena fasilitas ini penting untuk mendukung aktivitas nelayan di TPI Sendang Biru.

News Feed