oleh

Konflik Kades & Lima Warga Bendosari Berakhir Damai

KEDIRI – Perseteruan lima warga Desa Bendosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang melaporkan ke Polres Kediri atas dugaan penipuan oleh Kepala Desa Muji Damai, SS, dan oleh terlapor kelimanya ganti digugat perdata serta dilaporkan balik ke Polda Jatim dengan dugaan pencemaran nama baik, akhirnya berujung damai.

Hal itu disampaikan Saiful Anwar, SH., MH, Kuasa Hukum Kades Bendosari, Muji Damai, SS, didampingi tiga kuasa hukum lainnya, yakni, Sutrisno, SH, Suwandi, SH, dan Samsul Arifin, SH., MH, Senin sore, 28 September 2020.

“Kami berempat selaku Kuasa Hukum Bapak Muji Damai terkait konflik dengan lima warga Bendosari yang melapor ke Polres,
Alhamdulillah pada hari ini, tepatnya hari Senin, 28 September 2020, telah berakhir dengan perdamaian,” tuturnya.

Baca Juga  Kapolres Tajung Perak Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Reguler Polri dan ASN

Dengan adanya perdamaian ini, lanjut Saiful, masing-masing pihak bersepakat untuk mengakhiri konflik, baik terkait gugatan perdata maupun pidana antara Kades Bendosari dengan lima warganya.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada lima warga Desa Bendosari yang telah mempermasalahkan, di antaranya Siti Khotijah, warga RT.09 RW.03, Munir RT.06 RW.06, Sukarti RT.03 RW.01, dan Ismail Al Soedarmadi RT.04 RW.02, serta Simpen, warga RT.06 RW.05 Dusun Kromasan, karena sekarang telah sepakat untuk saling berdamai dan mengakhiri permasalahannya dengan sama-sama mencabut laporan maupun gugatannya,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Sutrisno, SH, atas perdamaian ini diharapkan adanya sinergritas antara Kades Bendosari dengan lima warganya, supaya bisa membangun desa dengan hubungan yang harmonis, selaras dan seimbang.

“Harapan dari para penasehat hukum, dengan adanya perdamaian ini, di kemudian hari tidak ada masalah lagi yang timbul di Desa Bendosari,” katanya.

Baca Juga  Partai NasDem Kembali Jemput Bola untuk Rekrut Anggota ke Desa-Desa

Salah satu tujuan dari penasehat hukum, imbuh Sutrisno, adalah untuk mencari perdamaian, bukan mencari permusuhan. “Kami dari tim penasehat hukum sangat berterimakasih kepada semua pihak yang berperan dalam perdamaian ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Samsul Arifin, SH., MH mengatakan, momen ini adalah momen yang paling berharga sekali. Beliau berharap untuk Pemerintah Desa Bendosari bersama masyarakat agar hal-hal yang sifatnya seperti ini kedepannya tidak terulang lagi.

“Ini yang kita harapkan bersama, sehingga kalaupun ada riak-riak kecil, untuk kedepannya saya harap bisa dipermusyawarahkan, bukan langsung dibawa ke ranah hukum,” ungkapnya.

Ucapan terimakasih kepada semua pihak juga diungkapkan Kepala Desa Bendosari, Muji Damai, SS. Beliau berharap kedepan desanya akan lebih baik.

Baca Juga  Sat Binmas Polres Lumajang Berikan Pelatihan dan Pembinaan Satpam PG Jatiroto

“Saya sangat mengapresiasi yang tinggi dan mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak. Semoga kedepan Desa Bendosari akan lebih baik untuk memacu pembangunan dan program-program yang khususnya untuk kemaslahatan masyarakat,” ucapnya.

Kades Muji Damai juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk selalu menjalin komunikasi dengan baik, dan ketika ada suatu permasalahan apapun supaya dimusyawarahkan bersama dengan kepala dingin untuk mencari solusi terbaik.

“Kalau ada suatu permasalahan, sebaiknya dimusyawarahkan dengan kepala dingin untuk mencari solusi terbaik, agar tidak sampai ada yang merasa dirugikan sama sekali. Mari kita ciptakan perdamaian, bukan malah membuat permusuhan dengan siapapun,” himbau Kades Muji Damai. (Fuad / Fais – optimistv.co.id)

News Feed