Magetan | Jatim.Siberindo.Co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan), menggelar sosialisasi serta edukasi penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Bertempat di balai Desa Jabung Kecamatan Panekan Kab Magetan, sosialisasi tersebut diberikan kepada para peternak sebagai upaya pengendalian dan antisipasi peredaran PMK di wialayah komoditas peternak sapi. Acara ini juga diikuti para petugas vaksinasi yang akan memberikan vaksin lanjutan sebagai pencegahan kasus PMK di Magetan. (28/07/2022).
Bupati Magetan yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, kegiatan ini terfokus di wilayah Kecamatan Panekan karena banyaknya para peternak sapi perah di wilayah tersebut. Pun akan dilakukan vaksinasi kepada seluruh hewan ternak sapi di Kabupaten Magetan.
“Hari ini sosialisasi dan vaksin di Desa Jabung, karena disini banyak peternak sapi perah. Sesuai anjuran pemerintah pusat, ini menjadi prioritas utama untuk vaksinasi, utamanya untuk sapi perah. Semoga kasus PMK di Magetan bisa semakin turun, dan menjadi endemi,” terang Bupati Suprawoto, Kamis (28/7).
Senada dengan Kepala Disnakan Magetan, Nur Haryani menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi ini merupakan revaksinasi setelah vaksinasi tahap pertama. Total keseluruhan hewan ternak yang telah divaksin sebanyak 4.831 dosis. “Vaksinasi hari ini sebanyak 124 dosis di Jabung, dengan hewan sapi perah sebanyak 40 ekor, dan 86 dosis hewan lainnya,” jelas Kepala Disnakan Magetan kepada awak media.
Menurut Nur Haryani, wabah PMK ini telah menyerang sebanyak 3.223 hewan ternak di Kabupaten Magetan. Pihaknya telah menyiapkan 8.100 dosis vaksin, dimana vaksinasi tahap pertama sebanyak 3.100 dosis, dan tahap kedua 5.000 dosis. Sedangkan revaksinasi (vaksinasi kedua) tetap sama yakni 3.100. “Untuk hewan yang sembuh sekitar 3.000 lebih. Alhamdulillah capaian tingkat kesembuhan PMK di Magetan terbilang cukup tinggi,” pungkasnya. (Ren/Red)










