oleh

Hanan Attaki Dijadwalkan Mengisi Tabligh Akbar, Begini Komentar Kyai Muda NU Bondowoso

Bondowoso, SIBERINDO.CO – Rencana kedatangan Ust Hanan Attaki di Kabupaten Bondowoso, menuai berbagai reaksi dari beberapa pihak. Ust Hanan Attaki dijadwalkan akan mengisi Tabligh Akbar di PP. Al Islah Dadapan, Bondowoso pada hari jum’at (29/7) dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1444 H.

Hal tersebut dibenarkan oleh pihak pesantren, karena sebelumnya pihak pesantren telah menyebarkan luaskan pamflet/flyer yang berisi ajakan untuk menghadiri acara Tabligh Akbar untuk umum.

Setelah viral pemberitaan di media sosial tentang penolakan Ust Hanan Attaki, disebabkan oleh ceramah-ceramahnya yang dinilai kontroversial.

Baca Juga  Aksi Unjuk Rasa Warga Desa Ramban Kulon Berujung Damai, Kades Berjanji Tunjukkan Rekening Silpa

Disisi lain, Gus Mathlubur Rhisky menghimbau kepada masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih majelis ilmu, ia menilai rekam jejak Hanan Attaki perlu dipertanyakan apalagi disejumlah daerah telah ditolak karena diduga pernah memiliki keterkaitan dengan organisasi terlarang, yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Hanan Attaki sewaktu kuliah di Kairo, Mesir merupakan Pemimpin Redaksi Buletin Salsabila yang dipimpin oleh beberapa tokoh Ikhwanul Muslimin Mesir

Baca Juga  Ini Kata Bupati dan Ketua DPRD Bondowoso Soal Perbedaan Hari Raya Idul Adha

Ikhwanul Muslimin adalah organisasi Islam tertua dan terbesar di Mesir yang didirikan oleh Hassan Al-Banna pada 1928. Dalam perkembangannya, ajaran Ikhwanul Muslimin menyebar ke luar Mesir dan tumbuh menjadi gerakan politik. Tujuan organisasi ini adalah membentuk negara yang diatur oleh hukum Syariah, dengan slogan “Islam adalah solusi”. Ikhwanul Muslimin mampu menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, lewat aktivitas politik yang dipadukan dengan kegiatan amal.

Gus Mathlubur Rhisky yang juga aktif sebagai Pengurus Wilayah Majelis Dzikir dan Sholawat Jawa Timur juga menambahkan bahwa, masih banyak tempat majelis ilmu serta tokoh-tokoh muda NU yang lebih layak untuk diikuti dan dijadikan panutan.

Baca Juga  Pj Bupati Bondowoso Hadiri Bazar Ramadan di Desa Grujugan Kidul, Ini Harapannya

“Kepada seluruh masyarakat Bondowoso terutama warga Nahdliyyin, untuk saat ini harus lebih selektif dan hati-hati dalam memilih majelis ilmu karena orang yang salah pengajian akan lebih sulit untuk dinasehati ketimbang mereka yang salah pergaulan” pungkasnya. (Udien)

News Feed