oleh

Pelaku Pencabulan Anak Panti Berhasil Diamankan Polisi

LAMONGAN, jatim.siberindo.co – Terduga pelaku pencabulan terhadap anak panti berhasil diamankan oleh aparat kepolisian. Terduga pelaku Sueb (39) diketahui merupakan seorang tukang ojek asal warga Desa Pangkatrejo Kecamatan Sugio.

<span;>Penangkapan terhadap pelaku bermula salah satu pengurus pondok berinisial RZ (39) melaporkan tindak pidana pencabulan yang menimpa anak didiknya berinisial LK (16) ke Mapolres Lamongan pada Jumat (23/07) lalu.

<span;>Dari adanya laporan itu, petugas Satreskrim Polres Lamongan melakukan penyelidikan dan mendapat titik terang terduga pelaku pencabulan terhadap anak panti adalah seorang tukang ojek.

<span;> “Terduga pelaku berinisial S berhasil ditangkap pada Senin (26/07) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Ketika itu Unit PPA Polres Lamongan telah mendapatkan informasi tentang identitas pelaku,” ujar Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yoan Septi Hendri, Rabu (28/07).

BACA JUGA:  8.596 PKL dan Warung di Lamongan akan Dapat BLT Rp 1,2 Juta

<span;>Yoan mengatakan, pelaku tersebut bekerja sebagai tukang ojek, dan akhirnya berhasil kita amankan. Pelaku kemudian di gelandang ke Polres Lamongan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

<span;>”Dalam pemeriksaan di unit PPA, pelaku mengakui telah melakukan persetubuhan terhadap korban. Pelaku juga mengakui melakukan perbuatan tersebut karena khilaf,” terang Yoan.

<span;>Lebih lanjut Yoan menambahkan, kejadian dugaan perbuatan pencabulan terhadap korban ( Anak Panti ) tersebut diduga dilakukan dirumah pelaku. TKP, kata dia, di rumah pelaku di Desa Pangkatrejo Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan.

BACA JUGA:  Bupati Lamongan adakan Do'a Bersama untuk Keselamatan Bangsa

<span;>Perwira polisi itu menuturkan, kejadian berawal pada Kamis (22/07) sekitar pukul 09.30 WIB. Pelapor ditelepon oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal dan mengaku bernama Udin.

<span;>Bahwa ada seorang perempuan yang ditemukan di jalan dan mengaku bernama Ria dan kebetulan Ria adalah salah satu anak panti di Pondok di wilayah Kecamatan Turi.

<span;>”Setelah itu pelapor cek ke asrama Ria dan bertanya ke teman-temannya, dan teman-temannya menjawab bahwa sejak semalam Ria pergi karena habis bertengkar dengan temannya. Akhirnya pelapor koordinasi dengan pengasuh yang lain dan menjemput Ria,” tandas Yoan.

<span;>Ditengah perjalanan, sambung AKP Yoan, pelapor menerima telepon dari Polsek Sugio bahwa Ria sudah diamankan di Polsek Sugio dan pelapor disuruh menjemput di sana.

BACA JUGA:  Laporan Kontributor Wartatransparansi.com dari Mekah, Travel Umroh Haji Optimis Layani Jamaah di Era Pandemi Covid-19

<span;>”Sesampainya di Polsek Sugio, korban menceritakan kepada pelapor bahwa korban telah mengalami persetubuhan yang dilakukan oleh tukang ojek yang rumahnya di Desa Pangkatrejo Kecamatan Sugio,” tuturnya.

<span;>Kemudian pelapor memilih melaporkan kejadian tersebut ke unit PPA Polres Lamongan.

<span;>”Atas perbuatannya terduga pelaku terancam  Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” imbuh Yoan. 

 

(ard/zainul)

Pelaku pencabulan terhadap anak panti saat diamankan di unit PPA Polres Lamongan, Rabu (28/07)

News Feed