LAMONGAN, Jatimsiberindo.co – Pengajian umum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di TPQ/MADDIN Al-Ikhlas, Dusun Topeng, Desa Jatirejo, Kecamatan Tikung, Rabu malam (26/11/2025), berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB ini menghadirkan Ning Umi Laila dari Surabaya sebagai penceramah.
Acara dihadiri sekitar 200 warga, termasuk Kepala Desa Jatirejo Sunaryo, Ketua Panitia Karso, perangkat desa, serta tamu undangan lain. Karso menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan dilakukan dengan persiapan matang untuk memastikan kenyamanan seluruh peserta. “Kami menyiapkan segala sesuatunya agar pengajian dapat berlangsung tertib dan nyaman bagi semua warga,” ujar Karso.
Pihak keamanan dari Polsek Tikung melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, dipimpin IPDA Andi Nurcahya S.H selaku Kanit Reskrim. Bersama Aiptu Ketut G.B, Aipda Aan, Bripka Lendy, dan personel Banser, mereka berkoordinasi dengan panitia dan peserta untuk menjaga ketertiban. IPDA Andi menekankan pentingnya kerjasama dalam menjaga keamanan. “Semua pihak diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Ini agar acara berjalan lancar dan aman,” katanya.
Selama pengajian, tidak ditemukan gangguan atau konflik dari pihak manapun, termasuk dari perguruan silat setempat. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Quran, tausiah, hingga doa bersama. Beberapa peserta menyampaikan bahwa momentum Maulid Nabi menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Salah seorang peserta, Nurhadi (42), warga setempat, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membangun kebersamaan. “Kami merasa aman dan nyaman mengikuti pengajian. Suasana khidmat membuat kami lebih dekat dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Kegiatan ini juga memberikan dampak sosial, karena pengajian berhasil menyatukan berbagai kalangan warga, termasuk generasi muda dan tokoh masyarakat. Ketua panitia menambahkan bahwa pengajian rutin seperti ini berperan penting dalam membentuk karakter religius dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban.
Selain sebagai sarana ibadah, pengajian Maulid Nabi di Tikung juga menjadi forum edukasi keagamaan yang efektif, sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Kepolisian dan Banser memastikan semua jalur akses aman dan tertib, sehingga warga bisa fokus mengikuti pengajian tanpa rasa khawatir.
Dengan keberhasilan kegiatan ini, Polsek Tikung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap kegiatan keagamaan di desa, sambil menjaga keamanan warga. “Pengajian ini bukti bahwa kerjasama antara aparat, panitia, dan masyarakat mampu menciptakan acara religius yang aman dan nyaman,” pungkas IPDA Andi.










