oleh

Beredar Pamflet Berupa Ajakan, PC PMII Bondowoso Tolak Kedatangan Hanan Attaki 

Bondowoso, SIBERINDO.CO – Akhir-akhir ini, dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya pamflet/flyer berupa ajakan, untuk menghadiri tabligh akbar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H di PP Al-Islah Bondowoso.

Tabligh akbar yang bertajuk konser langit akan dihadiri oleh Hanan Attaki sebagai penceramah. Sesuai dengan flyer, acara konser langit tersebut akan digelar pada hari Jum’at, 29 Juli 2022.

Mencuatnya kabar tersebut memantik respon dari berbagai kalangan, salah satunya dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang secara tegas menolak kedatangan Hanan Attaki di Bondowoso.

Baca Juga  Momen Emas, Perayaan Hari Bhayangkara ke-78 di Lamongan

Sebelumnya, konser langit yang digawangi oleh Hanan Attaki tersebut sudah mengalami beberapa kali penolakan di beberapa kota seperti, Gresik, Sidoarjo, Jember dan Situbondo. Tentu penolakan dengan beragam alasan dari masyarakat.

Ketua Umum PC PMII Bondowoso, M. Firman Zah mengatakan bahwa, pihaknya telah mempertimbangkan keputusannya untuk menolak kedatangan Hanan Attaki di Bondowoso, karena sebelumnya ia sudah mengalami penolakan di beberapa daerah lainnya.

“Konser langit yang akan digelar di Jember itu jelas mengalami penolakan, karena pihak penyelenggaranya disinyalir kuat adalah mantan anggota atau eks HTI”. Ucapnya

Tidak berselang lama setelah mengalami penolakan di Kabupaten Jember, konser langit juga tidak mendapat izin untuk melangsungkan tabligh akbar di Kabupaten Situbondo.

Baca Juga  SPBU Grujugan Kidul Bondowoso Tidak Mementingkan Kepentingan Masyarakat

“Situbondo juga menolak kegiatan konser langit untuk menjaga kondusifitas demokrasi, melakukan filterisasi terhadap ideologi yang dinilai bertentangan dengan falsafah pancasila dan untuk menjaga keutuhan NKRI” jelasnya

Mengacu pada penolakan di daerah lain, sebagai organisasi yang memegang teguh prinsip dan nilai-nilai luhur pancasila, sangat disayangkan jika konser langit tetap terselenggara di Bondowoso.

“Kami mohon kepada Bapak Bupati beserta Kapolres Bondowoso untuk membatalkan, atau menggagalkan konser langit tersebut di manapun tempatnya, untuk menjaga kondusifitas dan menghindari gesekan yang akan memicu konflik di tengah masyarakat, karena berbeda faham dengan mayoritas masyarakat Bondowoso”. Tegasnya

Baca Juga  PJ Bupati Bondowoso Hadiri Undangan BPK Jatim

Meskipun secara organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan, bukan berarti kita harus lalai untuk tetap mewaspadai gerakan-gerakan mereka di akar rumput.

Anggota eks HTI akan menjadi bom waktu yang entah kapan akan meledak secara tiba-tiba, jika kita terlena dan tidak melakukan filterisasi terhadap ideologi yang masuk dan berkembang ditengah masyarakat.

“Kita tetap harus memantau gerakan-gerakan yang dilakukan oleh anggota eks HTI, karena ini sangat berbahaya”. Tandasnya. (Udien)

 

 

News Feed