oleh

Sosialisasi Penanganan Konflik Sosial, Cegah Intoleransi dan Radikalisme

Magetan | Jatim.Siberindo.Co — Mencegah Radikalisme dan penanganan konflik sosial di masyarakat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Polres Magetan menggelar sosialisasi dengan tema “Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Mencegah Intoleransi dan Radikalisme bagi Pelajar. Jumat (25/11/2022).

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 orang dari perwakilan siswa – siswi SMK, SMU sederajat, dengan narasumber kepala Bakesbangpol Magetan Chanif Tri Wahyudi, Kabag Ops Polres Magetan Kompol Arie Taufan Budiman, dan Pasi Ops Kodim Magetan Kapten Inf Arif W.

Dalam arahan Bupati Magetan, Chanif Tri Wahyudi menyampaikan, bahwa dinamika lingkungan strategis pada tatanan global dan regional senantiasa memberikan dampak terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Kapolrestabes Surabaya Pantau Penyekatan Di Dua Sisi Suramadu

“Kemajuan teknologi dan kemudahan informasi di era globalisasi saat ini, merupakan potensi besar bagi seluruh bangsa Indonesia. Namun, ada pihak pihak tertentu yang memanfaatkan kemudahan tersebut untuk menyebarkan radikalisme dan intoleransi. Maka dari itu kita harus mencegahnya bersama-sama,” ujarnya.

Dengan kegiatan tersebut, Chanif berharap, para peserta dapat mengikuti dengan sebaik baiknya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Ini sangat bermanfaat, tentunya juga bisa diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” terang Chanif, Jumat (25/11).

Baca Juga  Dinas Sosial Launching Program “Gardu Antar Jiwa”

Sementara itu, Kompol Arie Taufan Budiman sebagai pemateri menyampaikan bahwa, terorisme merupakan kejahatan lintas negara, terorganisasi dan mempunyai jaringan luas, sehingga mengancam perdamaian dan keamanan nasional maupun internasional.

“Resistensi masyarakat terhadap terorisme cukup kuat, dan narasi – narasi radikalisme berpotensi mengarah dan mengajak pada tindakan terorisme. Maka dari itu, ini harus dicegah,” tegas Kabag Ops Polres Magetan.

Senada dengan Kapten Inf Arif Wahyu Wibowo menjelaskan, patriotisme dan nasionalisme pemuda Indonesia, memiliki peranan penting dalam mengubah perjalanan bangsa. “Yang perlu pencegahan dini adalah Ancaman ideologi, dikarenakan lemahnya pemahaman dan implementasi nilai pancasila, dan nasionalisme terkikis karena dampak serbuan budaya barat melalui internet,” jelasnya.

Baca Juga  Memperingati Harganas ke-29, Pemkab Magetan Gelar Aksi Bangga Kencana

Sedangkan bela negara, lanjut Pasi Ops Kodim Magetan, adalah sikap dan perilaku warga negara yg dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

“Jadilah bangsa yang cerdas dengan tetap menjaga jiwa nasionalisme. Serta jadilah generasi yang bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama,” pungkasnya. (Ren/Red)

News Feed