MAGETAN – Proyeksi Liga 3 Regional Jatim 2021, Tim Persatuan Sepak Bola Magetan (PERSEMAG), menggelar latihan pertama yang diikuti seluruh peserta calon pemain PERSEMAG, di Stadion Yosonegoro, Kabupaten Magetan. Aktivitas tersebut dimulai pada pukul 16.00 WIB dan berlangsung selama 90 menit kedepan, Sabtu (24/4/2021).
Seleksi calon pemain PERSEMAG tersebut dipimpin oleh Kepala Pelatih berlisensi B, Windu Wibowo, dibantu beberapa para pelatih profesional yang berasal dari Kabupaten Magetan. Pun dalam latihan tersebut, para coach (pelatih red) masih “warming up” hanya dengan menggembleng para pemain berupa latihan fisik, serta bagaimana cara kontrol dan passing bola.
“Intinya, dalam permainan sepak bola, yang paling utama adalah bagaimana cara mengontrol bola dan passing bola sebagai dasar utama para pemain nantinya,” kata Windu Widodo, kepada Arya Media, Sabtu (24/4).
Menurutnya, teknik kontrol dan passing bola, merupakan modal utama dalam permainan sepak bola. Maka dari itu, pihaknya bersama pelatih lainnya, selain melatih teknik dasar, juga memberikan pelatihan fisik kepada seluruh peserta. “Selain latihan fisik, kita tekankan yang pertama untuk kontrol dan passing bola. Selanjutnya akan bertahap ke teknik selanjutnya,” jelas Windu.
Di tempat yang sama, Khoiron, selaku pelatih fisik pemain PERSEMAG mengamini bahwa, latihan tahap pertama untuk tim PERSEMAG akan dilakukan sebanyak tujuh (7) kali. Kemudian bakal dilakukan “sparring partner” untuk mengetahui bentuk tim dan kualitas dari pemain tersebut. “Kita akan gembleng semuanya dan akan kita pilih nantinya, siapa-siapa yang lolos menjadi pemain PERSEMAG,” ungkapnya.
Khoiron juga menambahkan, bahwa peserta yang mengikuti pelatihan tujuh kali berturut-turut, bakal digembleng dengan program pelatihan dari PERSEMAG, untuk mendapatkan komposisi pemain terbaik. “Yang terpenting adalah, calon pemain harus memiliki mental yang bagus. Selain itu, skill, atitut dan fisik juga termasuk dalam kategori seorang pemain sepak bola. Karena sepak bola tidak hanya mengandalkan fisik, tapi juga otak atau kecerdasan,” pungkasnya. (Ren)










