oleh

Sinergi Polsek Tikung dan NU Jaga Hari Santri

LAMONGAN, Jatimsiberindo.co – Kepolisian Sektor (Polsek) Tikung, Kabupaten Lamongan, menerjunkan personel untuk mengamankan peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Kantor Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tikung, Kamis (24/10/2025). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan partisipasi aktif masyarakat, tokoh agama, dan para santri setempat.

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kanit Sabhara Polsek Tikung, Aiptu I Ketut GB, bersama sejumlah anggota. Sejak pagi, petugas sudah berjaga di titik-titik strategis untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib, mulai dari persiapan hingga penutupan.

“Kami hadir untuk memastikan peringatan Hari Santri di wilayah Tikung berjalan lancar tanpa gangguan. Ini bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujar Aiptu Ketut di lokasi kegiatan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar Kantor NU Tikung terpantau kondusif. Petugas kepolisian ditempatkan di area pintu masuk, halaman kantor, dan jalur lalu lintas sekitar lokasi. Pengamanan dilakukan untuk mencegah potensi gangguan serta memastikan kelancaran arus kendaraan warga yang melintas.

Acara yang diselenggarakan oleh pengurus NU Tikung dihadiri oleh para santri, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah kecamatan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan upacara dan doa bersama untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Polsek Tikung juga berkoordinasi dengan Banser NU serta panitia lokal untuk memperkuat pengamanan. Menurut Aiptu Ketut, sinergi antar-elemen masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan tertib.

“Kami mengapresiasi kerja sama panitia dan peserta yang tertib serta mematuhi aturan selama kegiatan. Sinergi dengan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan,” katanya.

Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang kontribusi besar santri terhadap perjuangan bangsa. Meski acara di Tikung digelar dua hari setelah tanggal resmi, semangat religius dan kebersamaan tetap terasa kuat di tengah masyarakat.

Selain memperingati jasa para santri, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Melalui pendekatan humanis, Polsek Tikung ingin menunjukkan bahwa peran polisi tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga mendukung kegiatan keagamaan yang memperkuat persatuan dan nilai kebangsaan.

Kapolsek Tikung melalui Kanit Sabhara menegaskan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan seperti Hari Santri merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam pelayanan publik. Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dalam setiap kegiatan. Polisi bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat untuk menjaga kedamaian,” tutup Aiptu I Ketut GB.

News Feed