oleh

Pasar Benpas Terapkan Aplikasi Cashless Meeber

MOJOKERTO – Pasar Benteng Pancasila (Benpas) terapkan model transaksi digital yang menggunakan aplikasi cashless Meeber. Melalui aplikasi ini, bentuk pembayaran non tunai dapat dihindari sekaligus sebagai bentuk upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang saat ini tengah menjadi pandemi di seluruh daerah.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat melaunching pasar yang berlokasi di Jalan Benteng Pancasila pada Kamis (22/10) pagi mengatakan, kemudahan dalam pembayaran non tunai selaras dengan program Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata kedepannya.

“Jadi melalui aplikasi ini, produk-produk unggulan dari para UKM/UMKM/IKM dapat dilihat secara langsung tanpa perlu mendatangi lokasi pedagang. Aplikasi ini pun, dapat diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Sehingga, secara tidak langsung dapat menumbuhkan sistem perekonomian masyarakat sekaligus mengenalkan produk lokal Kota Mojokerto ke berbagai daerah,” jelasnya seperti dikutip petisi.co, grup siberindo.co.

Baca Juga  PSU di TPS 46 Kedurus Hanya Dihadiri 131 Pemilih

Masih menurut Ning Ita, Pasar Benteng Pancasila yang dibangun ulang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak Januari 2020 tersebut, memiliki 242 kios di atas lahan seluas 3400 meter persegi. Dari jumlah lapak itu, akan ditempati oleh 198 pedagang eks-Alun-alun, 17 pedagang Tropodo dan 25 sisanya merupakan pedagang baru yang telah mendaftar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Pasar ini, kata Ning Ita, sapaan akrab walikota, merupakan pasar keempat yang ia bangun selama menjabat sebagai kepala daerah. Keempat pasar yang telah rampung pengerjaannya adalah Pasar Gunung Gedangan, Pasar Rakyat Prapanca, Pasar Prajuritkulon dan Pasar Benteng Pancasila.

Pada kesempatan ini, Ning Ita mengucapkan terimakasihnya kepada Kementerian PUPR, Kementerian Perdagangan dan seluruh lintas instansi dan lembaga yang turut andil dalam proses pembangunan Pasar Benteng Pancasila, sampai akhirnya dapat diresmikan dan dimanfaatkan oleh PKL.

Baca Juga  Tim Swab Hunter Pemkot Surabaya Awasi Prokes di Lokasi-Lokasi Wisata

Ia pun juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para PKL yang selama ini telah bersabar dan ikhlas, menempati tempat relokasi sementara di selatan Pasar Benteng Pancasila.

Sementara itu, Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti yang hadir dalam launching tersebut mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Mojokerto dalam memanfaatkan teknologi digital. Karena, hal tersebut selaras dengan lima arahan presiden terkait transformasi digital. Dimana, dalam APBN 2021 Pemerintah Pusat telah menganggarkan Rp 414 triliun untuk pembangunan infrastruktur digital. Dan sebesar Rp 30,5 triliun untuk perluasan jangkauan akses internet di seluruh Indonesia.

“Pasar merupakan tonggak perekonomian, tempat terjadinya transaksi, tempat berputarnya roda perekonomian dan merupakan indikator hidupnya kota atau daerah. Dan di masa new normal atau kebiasaan baru, kita dipaksa untuk menggunakan kecanggihan teknologi di berbagai sektor. Kami berterimakasih kepada Ibu Walikota Mojokerto, yang telah menjadi bagian dari penerapan transformasi digital untuk Pasar Benteng Pancasila,” katanya.

Baca Juga  Silaturahmi Budaya Indonesia IKN di Jakarta

Peresmian Pasar Benteng Pancasila ini, ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria beserta jajaran. Tak hanya pemotongan pita secara simbolis, Ning Ita beserta tamu undangan lainnya juga menyempatkan meninjau kios para pedagang.

Pada kesempatan itu pula, Ning Ita menerima bantuan berupa kendaraan motor roda tiga dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BRI, sebagai penunjang operasional Mlijo Online Pasar Tanjung Anyar. Dimana nantinya, kendaraan tersebut akan dimanfaatkan sebagai alat transportasi untuk mengantarkan pesanan warga yang memanfaatkan layanan Mlijo Online dari Disperindag. (nang/petisi.co)

News Feed