LAMONGAN | jatim.siberindo.co – Guna memantapkan dan memahami nilai-nilai Aswaja bagi para siswa, Madrasah Aliyah (MA) Pembangunan Lamongan menggelar kegiatan penguatan karakter Aswaja An-Nahdliyah, Selasa (22/3).
Kegiatan yang diadakan di aula MA Pembangunan Lamongan itu mengambil tema “Kegiatan Membentuk Kader Muda NU Yang Bervisi Kebangsaan Berlandaskan Ahlussunnah Waljamaah An-Nahdliyah”.
Acara tersebut digelar mulai hari Senin – Selasa hari ini (22/03) dengan menghadirkan pemateri diantaranya, KH Syamsul Anam, M.Pd Pengasuh Ponpes Al Hikam Lamongan serta Dr. Achmad Hanif Fahrudin, S.Pdi, MA Sekretaris MWCNU Lamongan.
Ketua Pelaksana kegiatan Rizky Amalia, M.PdI menyampaikan kegiatan pendalaman Aswaja bagi para siswa merupakan kegiatan rutin setiap tahun diselenggarakan terutama dikhususkan bagi siswa kelas XII.
“Dengan tujuan siswa kelas XII mempunyai pemahaman secara penuh serta mempunyai pondasi yang kuat untuk menjadi kader muda NU paham akan nilai-nilai Aswaja,” ujar Rizky Amalia yang juga sebagai Waka Kesiswaan di Madrasah Aliyah (MA) Pembangunan Lamongan yang mempunyai moto Madrasah Progresif (Produktif, Religius, Inovatif).
Ia mengatakan, jika di tahun-tahun sebelumnya untuk kegiatan pendalaman Aswaja para siswa diajak langsung terjun ke masyarakat dengan berbagai macam kegiatan sosial.
Namun, kata dia, sejak adanya pandemi Covid-19, pihaknya merubah konsep kegiatan diadakan di sekolah dengan menambahkan materi pembentukan karakter menjadi kader NU yang mampu berpartisipasi serta mengembangkan diri secara baik.
“Dengan harapan nantinya ketika terjun di masyarakat mereka mampu mengemban amanah menjadi kader muda NU yang mampu mengembangkan NU secara Rahmatan Lil Alamin,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama Dr. Achmad Hanif Fahrudin, S.Pdi, MA Sekretaris MWCNU Lamongan sebagai pemateri juga menyampaikan tentang penguatan karakter Aswaja Ke NU an.
Menurutnya, nilai-nilai Aswaja saat ini mulai sedikit tercoreng dengan adanya berbagai tindakan-tindakan radikal. Untuk itu, kata dia, kepada peserta didik pihaknya memberikan pemahaman tentang bagaimana Islam yang sesungguhnya serta perilaku yang sesuai dengan konsep Aswaja.
“Generasi muda khususnya siswa MA Pembangunan ini kan dalam masa pencarian jatidiri, untuk itu kita perlihatkan dan contohkan bagaimana Islam yang sesungguhnya,” tutur Dr. Ahmad Hanif Fahrudin yang juga pengurus RMI PCNU Lamongan tersebut.
Ia mengungkapkan, seperti yang dibawa oleh para Wali Songo, yaitu Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, yang kemudian oleh PBNU sendiri ditambah dengan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah an-nahdliyah. Sebagai karakter atau ciri khas orang Islam yang ada di Indonesia atau yang ada di Nusantara.
Senada juga disampaikan oleh KH Syamsul Anam, M. PdI Pengasuh Ponpes Al Hikam Lamongan, dalam paparan materinya ia menyampaikan tentang NU dan kehidupan berbangsa, melalui kegiatan pendalaman Aswaja.
Ia mengajak kepada siswa untuk memiliki karakter yang kuat tidak mudah terpengaruh perubahan, terlebih adanya faham radikal intoleran seperti wacana konsep negara khilafah di Indonesia. Sehingga nantinya, kata dia, tidak mudah terbawa arus dan paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa ini.
“Jadi nanti sebelum mereka keluar dari MA Pembangunan kita sudah membentengi dengan nilai Aswaja yang memiliki karakter toleransi, namun untuk konsep khilafah kita tetap NKRI harga mati,” ungkap KH. Syamsul Anam, M.PdI.
(SMSI)










