PROBOLINGGO | Jatim.siberindo.co — Calon Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 2, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara ‘ Genggong Bershalawat’ di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, pada Rabu (20/11). Acara tersebut digelar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan dihadiri puluhan ribu santri serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak generasi muda, khususnya para santri, untuk menjauhi narkoba. Menurutnya, Narkoba adalah ancaman serius yang dapat merusak masa depan bangsa.
“Saat ini ada pesantren di Probolinggo yang digawangi Gus Hafid dari Pondok Pesantren Nurul Qadim sedang merintis pesantren khusus untuk rehabilitasi narkoba. Sebab sejauh ini ada cukup banyak keluarga yang kerepotan saat ada keluarganya yang kecanduan Narkoba maka mudahnya dititipkan di pesantren,” tegas Khofifah.
Khofifah menjelaskan bahwa pesantren rehabilitasi ini dirancang untuk memberikan layanan khusus, terpisah dari kegiatan santri pada umumnya. Pesantren ini bertujuan membantu generasi muda pulih dari kecanduan dan diharapkan dapat menjadi duta anti-Narkoba di masa depan.
“Mudah-mudahan Habib Syech nanti bisa ikut hadir meresmikan pesantren tersebut. Dan ini akan menjadi referensi bagaimana kita bisa menyiapkan panti rehab supaya yang lain tidak mengikuti penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.
Khofifah juga memotivasi santri Pondok Pesantren Zainul Hasan agar terus menjauhi Narkoba dan fokus pada prestasi.
“Santri di sini sangat banyak prestasinya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ini menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya tempat mencetak generasi berakhlak mulia, tetapi juga berprestasi akademik gemilang,” ungkapnya.
Sementara itu, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengapresiasi Khofifah sebagai pemimpin yang gemar menyuburkan shalawat di berbagai wilayah Jawa Timur.
“Bersama Ibu Khofifah, shalawat bertebaran dan subur di pelosok Jawa Timur. Kita doakan beliau sehat dan dikabulkan semua hajatnya,” ujar Habib Syech.
Habib Syech juga mengungkapkan bahwa Khofifah memiliki tiga senjata andalan: shalawat, silaturahmi, dan kepedulian sosial, khususnya terhadap anak yatim.
“Tiga hal ini menjadi jurus mujarab untuk melancarkan hajat dan membuka pintu rahmat dari Allah SWT. Kami mendukung agar Khofifah kembali memimpin Jatim untuk menyemai kebaikan bagi seluruh warga,” tandasnya.
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat religius, menjauhi narkoba, dan menanamkan nilai-nilai positif di kalangan santri serta masyarakat Jawa Timur.










