oleh

Saling Memaafkan, Usai Adu Mulut Saat Sidak Proyek

LAMONGAN | jatim.siberindo.co – Komisi C DPRD Kabupaten Lamongan dan Direktur CV Triple A Sejahtera, H Tulus Prasetyo, akhirnya saling memaafkan,  buntut adanya aksi adu mulut saat sidak di proyek SMP Negeri II Deket Lamongan.

Permintaan maaf  tersebut dilakukan oleh keduanya, pada saat ketua komisi c beserta anggotanya menjenguk H Tulus yang terbaring sakit di Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah (NU) Lamongan.

“Kita sama-sama saling memaafkan. Mereka juga sudah datang ke rumah sakit, kita semua ini adalah saudara. Kalau ada yang salah ya, hendaknya dimaafkan,” tutur H Tulus sambil terbaring di rumah sakit,” Rabu (20/10).

Baca Juga  Momen Emas, Perayaan Hari Bhayangkara ke-78 di Lamongan

Ia mengatakan, peristiwa kejadian adu mulut pada waktu sidak anggota dewan komisi c di sekolah SMP II Negeri Deket Lamongan kemarin, hanya insiden kesalahpahaman biasa saja. Tidak ada unsur kepentingan apa-apa.

“Kejadian Ini semua semoga menjadi koreksi kita bersama, anggota dewan menjalankan sesuai dengan tupoksinya, sementara kontraktor juga berkewajiban tanggung jawab atas semua kegiatannya,” ucapnya.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Lamongan, Burhanuddin menambahkan, seperti yang sudah saya sampaikan di awal sebelumnya, memang tidak terjadi apa-apa antara komisi c dan pihak kontraktor.

Baca Juga  Banyak Peluang Emas, Persemag Lawan Persiga Gagal Cetak Gol di Liga 3 Jatim

“Biasa saja, pada waktu di lokasi itu kita hanya beradu argumen, lah karena memang waktu sidak itu cuaca agak panas banget, kita sedikit sempat otot-ototan, saya kira itu hal yang wajar saja,” ujar Burhanuddin.

Ia menuturkan, kemarin pihaknya juga dapat info kalau direktur CV Triple A Sejahtera masuk rumah sakit. Makanya hari ini kita berempat mengunjungi beliau ke RSI Nashrul Ummah Lamongan.

“Kita sebagai mitra juga sebagai teman, dengan kunjungan kami ini semoga beliau, H Tulus lekas sembuh dan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu, karena sudah mepet tahun,” ujar Gus Burhan panggilan akrabnya.

Baca Juga  Satgas Covid-19 Lamongan Tetap Intens Lakukan Operasi Prokes Jelang Hari Raya

Burhan menambahkan, waktu sidak di SMP Negeri II Deket Lamongan kemarin, kalau sesama teman kita bilang kata-kata ‘jancuk’ kan itu saya rasa biasa saja, tidak ada yang tabu. Hal itu juga sering kita ucapkan dan malah jadi perkataan masyarakat sehari-harinya.

 

 

 

 

 

 

(RB/SMSI)

News Feed