oleh

Senna Society dan Universitas Qomarudin Gelar Seminar Peduli Stunting

GRESIK | siberindo.co – Yayasan Sosial Senna Society Indonesia bersama dengan Universitas Qomarudin Gresik, Pemdes Babaksari, Pendamping PKH menggelar Seminar Tentang Peduli Stunting, Rabu (21/9)

Seminar dengan tema “Menguatkan Peran Keluarga Sebagai Antisipasi Stunting” digelar di Dusun Petisari Desa Babaksari Kecamatan Dukun, dihadiri mahasiswa KKN UQ, Tokoh Agama, Masyarakat, Perempuan dan Unsur Pemuda.

Kepala Perwakilan Senna Society Kabupaten Gresik Lestari Widodo mengungkapkan, hasil penelitian atau survey di lapangan diwujudkan dalam progam kerja Mahasiswa KKN Universitas Qomaruddin Gresik.

“Tema besarnya yaitu peduli akan stunting. Meskipun di lokasi KKN belum ada laporan, tapi dalam seminar ini merupakan langkah untuk mengantisipasi terjadinya stunting,” ujar Widodo.

Baca Juga  Polsek Tikung Gelar Patroli Obvit Malam Hari, Cegah Kejahatan 4C di Lamongan

Supporting penuh, kata dia, untuk memberikan edukasi terkait stunting. Diharapkan dapat melangkah bersama satu tujuan dalam rangka ikrar zero stunting. Selanjutnya berkoordinasi dan menyatukan gagasan bersama stakeholer terkait.

Pria yang merupakan lulusan Akademisi Kampus Universitas Qomarudin sekaligus perwakilan Senna Society Gresik itu menuturkan, akan pentingnya peran keluarga dan persoalan sosial lainnya.

“Selayaknya kita dapat memutus mata rantai kemiskinan, hal itu dilakukan dengan adanya penguatan kesehatan, pendidikan dan juga edukasi dinamika sosial,” ucapnya.

Baca Juga  MoU Unesa Bersama RSUD Magetan, Jadi Tempat Study Pendidikan Satelit Fakultas Kedokteran

Menurut dia, pengawalan dari Senna Society Gresik dalam rangka giat kesosialan yakni misalnya advokasi para PPKS, pemerlu penyandang masalah sosial termasuk isu stunting ini, di setiap pelosok- pelosok Gresik.

“Ke depan kita akan selalu berkolaborasi dengan para pegiat sosial, termasuk dengan dunia kampus atau Universitas lainnya yang di Gresik ini,” tandasnya.

Sementara itu, Pendamping PKH Ariful Mas’an menambahkan, kiat-kiat untuk merubah mindsiet dan cara berfikir para binaan sosial, agar bisa segera mentas dari kemiskinan,

Baca Juga  Terbongkar dari Laporan Tetangganya, Seorang Ayah Setubuhi Anak Kandungnya Sendiri

“Intens memberikan edukasi, serta sosialisasi akan pentingnya pemanfaatan bantuan untuk kebutuhan gizi dalam menanggulangi terjadinya stunting,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, pentingnya masyarakat akan kepedulian dan empati sosial. Memberikan edukasi akan pentingnya keterpanggilan sosial pada masyarakat.

“Kami mengajak sinergi bersama dengan stakeholder yang ada untuk terjun langsung ke lapangan pada problem-probem sosial yang ada di masyarakat pada umumnya,” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

(SMSI)

News Feed