oleh

Kunjungi Papua Barat, Pemkot Mojokerto Berharap Tumbuhkan Ekonomi di Masa Pandemi

MOJOKERTO – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Sorong dan Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kunker ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta pengelolaan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Kunker dimpimpin langsung oleh Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari yang akrab dipanggil Ning Ita bersama Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria ini juga bertujuan agar mampu membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah kondisi pandemi Covid-19.http://www.lenteratoday.com

“Kami Pemerintah Kota Mojokerto ingin melakukan studi banding ke Kota dan Kabupaten di Provinsi Papua Barat yang cukup menarik dalam meningkatkan prrekonomiannya. Ada Kota Sorong dan Kabupaten Raja Ampat yang akan kami datangi untuk mendapatkan informasi terkait penanggulangan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi pada sektor peningkatan ketahanan pangan, pemulihan dan start up industri kecil dan menengah sekaligus pemulihan pariwisata,” jelas Ning Ita.

Masih kata Ning Ita, kunjungan kerja yang dilakukan diharapkan dapat melihat lebih dekat kondisi penanganan pada sektor kesehatan, perdagangan, investasi dan perizinan, industri kecil dan menengah serta lingkungan hidup dan pariwisata yang menjadi unggulan dari Pemerintah Kota Sorong dan Kabupaten Raja Ampat. Sehingga dapat memperkaya informasi sekaligus perbandingan dalam proses perumusan kebijakan dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA:  Hindari Gegeran, Winarko Pimpin Golkar Kota Madiun

Seperti yang diketahui, wabah yang saat ini menjadi pandemi global menurut World Health Organization (WHO) menjadi topik utama di penjuru dunia, tidak terkecuali di Indonesia yang diketahui mulai menyebar sejak awal 2020.

Pemerintah mengambil kebijakan-kebijakan berupa, mempersiapkan sarana kesehatan rumah sakit rujukan, menerbitkan Keputusan Presiden tentang kedaruratan kesehatan masyarakat termasuk di dalamnya adalah menetapkan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), refocusing dan realokasi anggaran untuk pemanggulangan baik di bidang kesehatan, perlindungan sosial dan untuk mitigasi ekonomi.

BACA JUGA:  Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Pamekasan, Banyak Pohon Tumbang

Pandemi Covid-19 telah memukul banyak sektor usaha pada roda perekonomian. Salah satu kebijakan yang berdampak langsung terhadap masyarakat adalah menjamin ketersediaan pangan melalui program diversifikasi produk dan konsumsi terutama bahan baku sagu dan ubi sebagai bahan pangan utama.

Pemerintah daerah melalui Tim Pencegahan tersebut berupaya mengembalikan rasa aman kepada masyarakat untuk kembali beraktivitas di luar sebagai saranan pergerakan ekonomi, baik di bidang perdagangan maupun pariwisata. Saat ini sektor pariwisata di wilayah Kota dan Kabupaten Raja Ampat diyakini sebagai salah satu sumber potensial yang dapat dioptimalkan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat karena banyak sopt-spot atau lokus yang bisa dikunjungi oleh wisatawan baik lokal, domestik maupun dari mancanegara.

“Kota Sorong dengan Kota Mojokerto memiliki kemiripan pada sektor perdagangan yakni, sama-sama menjadi pusat perdagangan bagi daerah lainya. Namun ada aturan yang dimiliki Pemerintah Kota Sorong dalam masa pandemi berlangsung, sehingga roda perekonomian mereka masih tetap stabil,” ungkap Ning Ita.

BACA JUGA:  Kapolres Lamongan Cek Kesiapan KPU Menjelang Debat Cabup-Cawabup

Sementara itu, Wakil Walikota Sorong, Pahimah Iskandar saat menerima kunjungan rombongan Walikota Mojokerto mengatakan, roda perekonomian di Kota Sorong yang menunjujukan peningkatan pertumbuhan pada masa pandemi menjadi salah satu contoh daerah di Indonesia yang mampu bertahan di tengah situasi wabah. Sebagai pusat perdagangan di Provinsi Papua Barat, Kota Sorong cukup ketat dalam melakukan pembatasan pengunjung.

“Ekonomi Kota Sorong selama ini tidak terkontraksi Covid-19. Karena Kota Sorong tidak pernah menutup akses masuk dan keluar dari pelabuhan dan airport. Yang mana dua akses tersebut merupakan jalur utama dalam perindustrian perdagangan. Hanya saja, kami sangat ketat dalam membatasi orang saat masuk, baik dari jalur pelabuhan dan airport. Semua yang datang wajib menjalani rapid test dan swab,” tegas Pahimah. (Joe)

News Feed