Kediri —Salah satu warga binaan Lapas Kelas II A Kediri asal Lirboyo Mjoroto Kota Kediri berinisial SK diketahui melakukan aksi nekat dengan cara gantung diri.
Tindakan SK melakukan bunuhdiri dengan cara gantung diri di bengkel Lapas Kediri. Saksi pertama kali yang melihat pelaku gantung diri adalah Api Juni Bara Gumelar, binaan Lapas Kediri yang berasal dari Sumberagung , Wates, Kabupaten Kediri.
Polsek Mojoroto Kota Kediri masih melakukan penyelidikan terkait sebab tindakan aksi gantung diri.
Pemeiksaan awal, tidak ditemukan bekas bekas penganiayaan atau tanda lainnya di fisik pelaku gantung diri, yang mencurigakan.
Diduga pelaku gantungdiri karena mendengar kabar ditinggal kawin lagi oleh istrinya.
Sekedar di ketahui SK menjadi penghuni Lapas Kelas II A Kediri sejak tahun 2018, tepatnya awal bulan Agustus 2018. Dia terlibat kasus tindak pidana dengan dijerat pasal 81 UU 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak . Dia dikenakan putusan penjara selama 11 tahun, oleh mejalis hakim di Pengadilan Negeri kota Kediri.
Dugaan gantung diri akibat kabar akan ditinggal istrinya kawin lagi, setidaknya diperoleh dari data dan informasi serta barangbukti yang berada di sekitar lokasi kejadian. Polisi menemukan secarik kertas di sekitar lokasi gantungdiri, berupa surat dengan tulisan tangan ditunjukkan ke Keluarga SK.
Menurut Kapolsek Mojoroto Kediri Kompol Sartana kewartawan mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti, untuk menguatkan pelaku bunuh diri dengan cara gantungdiri.
“Kami menemukan selembar kertas yang berisi surat permintaan. Kemudian sandal jepit warna putih,” kata Kapolsek Mojoroto. Selain itu, juga tali kain berwarna hijau, yang digunakan gantungdiri.
Beberapa petugas dari Mapolsek Mojoroto melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan serta informasi untuk menyelidiki kematian terhadap SK warga binaan Lapas Mojoroto Kediri. Team Identifikasi Polres Kediri Kota, juga datang ke TKP kemudian membawa jenazahnya untuk diotopsi di RS Bhayangkara.
Tim penyidik dari Mapolsek menemukan secarik kertas, berupa surat wasiat unbtuk keluarga binaan Lapas Kelas II A Kediri tersebut. Bunyi secarik kertas itu diantanya, ” Pak aku njaluk tulong karo sampean sak urunge sepurane pak, aku wis enek janji karo lilik, aku lek ditinggal lilik rabi aku mati pak, tak tepati janjiku pak. O iyo pak aku jaluk tulung jasadku kuburen neng sobo pak, aku ben tenang. Pak anakmu Sungkono.










