MALANG KOTA – Terdapat jalur alternatif yang dapat menghubungkan Jalan Jaksa Agung Suprapto dengan Jalan Brigjen Slamet Riadi yang sedang ditutup akibat pembangunan Kayutangan Heritage. Tudingan adanya pungutan liar di jalur alternatif itu membuat Toko Avia, pemilik lahan menutup kembali jalur tersebut, (19/11/2020)
Yudianto, Pemilik Toko Avia menuturkan penutupan jalan alternatif tersebut merespon tudingan negatif yang viral di media sosial. Dalam vedio menyebutkan jika ada pungutan Rp 3.000 agar bisa melewati jalan alternatif tersebut, “tegasnya.
“Kemarin ada bangunan yang kita robohkan untuk membuka jalan ini. Kita hancurkan menggunakan doser, dimana ini memakan biaya cukup banyak,” ujarnya.
Menuturnya jika pihaknya mematok tarif Rp 3.000, tidak akan bisa menutup biaya pembongkaran salah satu bangunan di lahannya tersebut.
“Jadi kalaupun ada rumor, ada pungutan liar, kalau kita hitung-hitung secara kalkulasi, pungutan liar itu tidak bisa nutup biaya,” tambahnya.
Dia menambahkan tujuan pembukaan jalan alternatif tersebut sebenarnya untuk memfasilitasi pelanggan maupun karyawan Toko Avia, Pollman dan Pokamiami yang juga ada di lahan tersebut.
“Selain itu kita melihat banyak gojek, grab yang berhenti di jalur pembangunan untuk mengirim paketnya dengan berjalan. Akhirnya aku bilang silahkan untuk grab, gojek sama ambulan monggo lewat, tidak perlu kasih apa-apa,” tuturnya.
Lanjutnya usai memperbolehkan ojek online dan ambulan, banyak masyarakat yang ikut menerobos jalan alternatif tersebut. Bahkan mobil selain pelanggan juga turut menerobos jalur tersebut.
“Jadi kita tutup kembali untuk menepis tudingan pungutan liar itu. Kita lihat respon masyarakat sebenarnya butuh atau tidak. Dilain sisi sebenarnya saya sangat ingin membantu rekan-rekan grab, gojek, ambulans, dan UMKM yang ada di toko saya agar bisa bangkit kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Juru Parkir Toko Avia, Jamaludin menuturkan pihak Toko Avia sebenarnya punya niat baik menyediakan jalur alternatif. Namun dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab hingga pihak Toko Avia kembali menutupnya.
“Ini lahannya Avia, sebelumnya dibelakan itu rumah gudang tertutup untuk rumah pegawai sama tempat parkiran. Itu dibongkar buat jalan terabasan,” ujarnya
(Zainul/Wan/Win/RadarBangsa.co.i)










