oleh

Air PDAM Tersendat, Warga Lamongan Curiga Diduga Dialihkan ke Industri

LAMONGAN, Jatimsiberindo.co – Kesulitan air bersih melanda pelanggan PDAM di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Sejak beberapa waktu terakhir, distribusi air ke sambungan rumah (SR) warga tersendat hingga sering kali tidak mengalir sama sekali. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga memasak, tidak bisa terpenuhi.

Sejumlah warga menduga persoalan ini berkaitan dengan pengambilan air oleh perusahaan swasta. Sebuah mobil tangki tronton milik PT Bumi Menara Internusa (BMI) disebut kerap mengambil pasokan air di wilayah setempat dengan kapasitas puluhan ribu kubik. Aktivitas itu diduga berlangsung rutin setiap hari pada pagi, siang, hingga malam.

“Air baru ngalir tengah malam dan itupun tersendat-sendat. Kalau punya tandon mungkin masih bisa bertahan, tapi kalau tidak, ya sangat kesulitan. Kami sudah sampaikan ke pemerintah desa supaya diteruskan ke PDAM,” ujar salah satu warga Bakalanpule, Selasa (19/8/2025).

Kondisi tersebut membuat warga semakin tertekan. Apalagi, mereka tetap harus membayar tagihan air meski distribusinya tidak lancar.

Menanggapi hal ini, Plt Direktur PDAM Lamongan, Syahril Lalu, membantah bahwa pasokan air dialihkan secara sepihak. Ia menjelaskan, gangguan distribusi yang terjadi pekan lalu disebabkan adanya perbaikan kebocoran pipa milik PT Air Bersih Jatim (Perseroda), BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Memang ada penghentian distribusi sementara akibat perbaikan kebocoran pipa di Mojokerto. Sudah diumumkan, dan begitu perbaikan selesai, distribusi berangsur normal kembali,” kata Syahril.

Ia juga menegaskan bahwa pengambilan air oleh perusahaan, seperti BMI, dilakukan dengan mekanisme resmi. Seluruhnya memakai meteran yang sudah ditera presisi dan diatur melalui Peraturan Bupati Lamongan.

“Pengambilan air industri dilakukan pada jam tidak sibuk, biasanya malam hari saat konsumsi warga rendah. Industri juga penting karena menjadi tempat masyarakat bekerja. Namun, tetap prioritas utama kami adalah kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.

Syahril menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga keseimbangan distribusi air agar tidak ada pelanggan yang dirugikan. “Kami mohon maaf atas gangguan ini. Normalisasi distribusi terus dilakukan,” pungkasnya.

News Feed