oleh

Merasa Terdzolimi, Warga Kedungkumpul Datangi Sekda Lamongan Minta Keadilan

LAMONGAN | jatim.siberindo.co  – Merasa terdzolimi terkait hilangnya satu lembar buku Letter C, Yasmin, warga Kedungkumpul Kecamatan Sukorame mengadu ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan.

Ia mengadu ke Sekda Lamongan karena ingin mencari keadilan. Pasalnya, selama ini pihak perangkat Desa Kedungkumpul terutama Kades Angely Emitasari belum bisa memberikan jawaban yang jelas dan transparan.

“Saya minta perkara ini ada titik terang. Jauh-jauh saya datang kesini untuk mengadukan persoalan Letter C. Karena selama ini bu kades seolah cuci tangan terkait hilangnya Letter C atas nama Patah tersebut,” ucap Yasmin, Selasa (19/4).

Baca Juga  Kenalkan Kepahlawanan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Adakan Pawai Bersama TK Darul Rohmah Laren Lamongan

Menurut Yasmin, sebelumnya pada saat minta legalisir dari bu kades, buku tersebut masih ada di arsip desa. Namun saat terjadi permasalahan dan ada gugatan dari warga, satu lembar buku Letter C tersebut ternyata hilang.

“Ada dugaan petunjuk barang bukti tersebut memang sengaja untuk dihilangkan. Saat permohonan legalisir, bu kades juga menandatangani dan menstempel copy buku Letter C,” terang dia.

Baca Juga  Polsek Tikung Amankan Jalur Poros Antisipasi Kriminal Malam

Tapi pada saat gelar perkara, kata dia, satu lembar buku letter C tersebut diduga raib digondol hantu. Yang sangat miris, menurutnya, pada saat ia berkirim surat dan bertemu dengan Kades Kedungkumpul Angely Emitasari.

“Bu kades seakan cuek dan melempar permasalahan ke kades sebelumnya, yakni Pak Samut, ini kan lucu. Semestinya hilangnya satu lembar buku Letter C, diduga kuat dihilangkan oleh perangkat bawahan,” ucapnya.

Baca Juga  Pakar Hukum Pidana Unisla Sebut Revisi KUHAP Harus Hadirkan Keadilan Nyata, Sebelum KUHP Diberlakukan Nasional pada 2026

Ia menuturkan, seharusnya bu kades melaporkan ke pihak yang berwajib, biar gelar perkaranya jelas dan minimal bu kades minta salinan satu lembar buku Letter C tersebut ke BPN Lamongan,

“Saya datang ke Sekda pak Nalikan ini, untuk meminta keadilan, karena saya merasa terdzolimi. Semoga pak Sekda bisa membantu dan memberikan keadilan kepada saya,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

(SMSI)

News Feed