PROBOLINGGO | Jatim.Siberindo.Co – Beredar video viral di media sosial dengan framing kericuhan yang bertepatan dengan pelaksanaan Pilkades di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, membuat Kapolres AKBP Teuku Arsya Khadafi angkat bicara.
Hal ini disampaikan Kapolres Probolinggo, dalam press release yang digelar di Maolres Probolinggo, Sabtu (19/2/2022).
Teuku Arsya Khadafi mengklarifikasi kejadian tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada sama sekali benturan fisik yang terjadi dalam Pilkades Serentak di wilayah hukum Polres Probolinggo.
Nampak dalam video tersebut, seorang lelaki berlari menuju salah satu sisi dan dikejar beberapa orang yang mencoba untuk melerai.
Diketahui, pria tersebut berinisial H dan merupakan suami dari salah satu Cakades. Ia hadir ke TPS untuk melihat berlangsungnya penghitungan suara setelah pencoblosan selesai.
“Ketika pencoblosan selesai, ternyata di pihak pendukung lawan melontarkan kata-kata terkait istrinya yang membuat H tersinggung, ia tak terima dan berlari menghampiri pihak yang melontarkan kata-kata tersebut untuk mengklarifikasi maksud pihak lawan melontarkan perkataan itu. Kemudian H dikejar oleh pendukungnya sendiri untuk melerai,” jelas Kapolres Probolinggo, Sabtu (19/2).
Ketika hal tersebut terjadi, lanjut Kapolres, ada warga yang memvideokan dan akhirnya tersebar di media sosial.
Dalam peristiwa tersebut, pihak keamanan yang bertugas sigap melakukan pengamanan. Bahkan para pendukung di masing-masing pihak sama-sama melerai. Selanjutnya penghitungan suara di Pilkades Curahsawo sudah selesai dan diterima oleh masing-masing pihak.
“Saya tegaskan sakli lagi, terkait pilkades serentak 2022 di Kabupaten Probolinggo di 1.537 TPS, hingga detik ini tidak ada insiden yang menyebabkan pilkades di TPS tersebut tidak terlaksana,” tegas Teuku Arsya.
Terkait adanya ketidak puasan salah satu pihak, Polres Probolinggo bersama Forkopimda sudah melakukan berbagai macam upaya termasuk penggalangan. Polisi juga mempersilahkan bila pihak yang tidak puas dan memiliki bukti bisa menggugat ke PTUN.
Menanggapi hal itu, Kapolres Probolinggo menegaskan, pikades serentak di Kabupaten Probolinggo berlangsung aman dan tertib serta tidak ada insiden yang menyebabkan benturan fisik.
“Untuk cakades yang kalah jangan terlalu bersedih dan yang menang jangan bereuforia. Tetap jaga persatuan dan kesatuan. Kemenangan yang sesungguhnya adalah milik masyarakat. Semuanya jaga diri dan jangan sampai kegiatan pasca pilkades ini menyebabkan terjadinya penularan covid varian baru omicron,” ungkap AKBP Teuku Arsya. (Red/Hms)










