oleh

3 Disabilitas Kediri Berlatih Batik di Sanggar Warna Alam Sarwidi Klaten

Kediri —Upaya melatih kemandirian para penyandang Disabilitas yang ada khususnya di Kabupaten Kediri untuk melatih ketrampilan, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial mengirimkan tiga kaum difabel ke Klaten, Jawa Tengah untuk mengikuti pelatihan seni batik.

Setidaknya Lutfi, Candra dan Kasan yang yang Ketiganya merupakan penyandang tuna rungu wicara. Mereka direkomendasikan mengikuti pelatihan sekaligus magang membantik di Sanggar ‘Batik Warna Alam Sarwidi’ Klaten. Tak tanggung-tanggung, pelatihan ini berlangsung selama delapan hari.

“Itu bentuk support kita atau program rehabilitasi sosial, teman disabilitas ada tiga orang kita rekomendasi ke Klaten, Jawa Tengah. Satu orang sudah dua kali kesana yaitu, mbak Lutfi. Pertama pelatihan dasar, kedua pelatihan lanjutan. Sedangkan dua anak lainnya, Candra dan Kasan, satu kali,” ujar Plt Kepala Dinsos Kabupaten Kediri melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dyah Saktiana.

Baca Juga  Magetan Menuju Kota Inklusif: Ratusan Penyandang Disabilitas Unjuk Karya di Alun-Alun Kota

Ketiganya dipilih oleh Dinsos untuk belajar seni membantik khas dengan pewarnaan alam karena berbakat. Bahkan, mereka telah berhasil menciptakan karya batik yang luar biasa. “Ketiganya memang sangat berbakat. Oleh karena itu, kita memilih mereka,” imbuh Nana, panggilan karib Dyah Saktiana.

Kediri memang banyak seniman batik, tetapi Dinsos memilih Sanggar Batik Warna Alam Sarwidi Klaten karena peserta pelatihan bisa belajar dengan maksimal. Para penyandang difabel digembleng tehnik batik dari tahap paling dasar. Tak heran apabila sepulang dari pelatihan, mereka langsung bisa mengaplikasikan langsung.

Baca Juga  Demo di DPRD Lamongan, Desak Pencopotan Kadinsos

“Karena disana mereka bisa full, karena juga ada asrama. Full dari pagi sampai sore mengikuti pelatihan. Disamping itu juga bisa magang, mereka dipersiapkan untuk itu. Untuk di Kabupaten Kediri, belum ada tempat yang memberi pelatihan full maksimal,” terangnya.(tar/madu.tv)

News Feed