PACITAN | JATIM.SIBERINDO.CO – Sebagai anggota Kepolisian, tidak hanya menjadi pelindung maupun pengayom di masyarakat. Rasa kemanusiaan juga tersirat oleh anggota Polsek Tulakan Polres Pacitan. Seperti yang dilakukan oleh Bripka Latip Utomo, sebagai Bhabinkamtibmas Desa Kalikuning Kecamatan Tulakan.
Anggota berpangkat Bripka tersebut kembali berbagi kebahagiaan kepada warganya dengan memberikan kasur dan uang kepada penyandang disabilitas saraf otak bernama Murti (36), warga dari desa setempat.
Suratmi selaku orang tua Murti menceritakan, keadaan tubuh anaknya saat ini, terlihat sangat kurus. Gangguan tersebut bermula ketika sang anak berusia sekitar 1 tahun mengalami demam tinggi, yang dibarengi kejang-kejang berulang kali dan sudah berobat dimana-mana, namun tidak membuahkan hasil.
“Saat ini kondisi anak saya sangat memprihatinkan. Dia hanya bisa tidur di atas kasur meski umur sudah dewasa, Murti layaknya anak kecil yang tak bisa berbicara, dan masih memerlukan mainan,” kata Suratmi, Senin (17/1/2022).
Sejak itulah, keluarga mengetahui ada kelainan kepada sang anak, namun Suratmi (70) masih tetap merawat dan menyayanginya dengan setulus hati. Walaupun untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, Suratmi hanya mengandalkan dari hasil tani dan berualan jajanan untuk menyambung hidup.

“Saya sangat berterimakasih kepada Bapak Polisi yang sudah membantu anak saya, dengan memberikan kasur dan uang. Saya tidak bisa membalas apa-apa, semoga Bripka Latip Utomo terus diberikan kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bripka Latip Utomo mengungkapkan bahwa, apa yang dilakukannya tersebut murni dari keinginannya untuk membantu warga kurang mampu. Ia pun tak minta imbalan apapun, dan yang diinginkan hanyalah berbagi kebahagiaan.
“Saya sangat senang bisa membantu sesuai kemampuan saya, meski tak seberapa tapi kita yakin bahwa sebagian rejeki kita itu juga milik orang lain,”katanya.
Bripka Latip Utomo berharap, kepada semua orang yang masih diberikan kesehatan, fisiknya sempurna agar bisa saling berbagi kepada orang disekitarnya. “Karena dengan berbagi, saya akan menemukan kebahagiaan hidup. Mari kita semua yang sehat saling berbagi. Meski sebutir beras itu berarti bagi yang membutuhkan,” jelasnya. (Red/Hms)










