oleh

Pemuda di Lamongan Dicari Kemana-mana, Diketemukan Sudah Tak Bernyawa di Belakang Rumah

LAMONGAN – Diduga depresi, pemuda di Lamongan ini nekad mengakhiri hidupnya. Ia bunuh diri dengan menggantung diri.Pemuda yang nekad mengakhiri hidupnya itu adalah Tri (31) warga Desa Lopang Kembangbahu. Achmad Tri Fauzi gantung diri di bawah pohon waru. Ia nekad mengakhiri hidupnya dengan tali tampar berwarna biru di belakang rumahnya itu pada Rabu (16/12) malam.

Baca Juga  Kapolsek Tikung dan Forkopimcam Rapat Bersama MUI, Sepakati Aturan Ramadhan demi Jaga Kondusivitas Wilayah

“Korban ditemukan keluarga di belakang rumahnya pukul 19:30 WIB dengan keadaan tergantung di bawah pohon waru,” kata Kapolsek Kembangbahu Iptu Hartoyo, Kamis (17/12)

Semasa hidup, kata Hartoyo, korban yang tiap harinya bekerja serabutan ini dikenal warga sekitar sebagai sosok yang pendiam. Korban, menurut Hartoyo, dikabarkan juga memiliki riwayat penyakit asma menahun. Dari penuturan saksi, korban ketika itu sudah dicari oleh keluarga dengan memanggil nama korban hingga akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Baca Juga  Main Begituan Bertiga, Perempuan Ini Dituntut 8 Bulan

“Saat ditemukan, kemudian keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Kembangbahu,” ujarnya.

Hartoyo mengungkapkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, dari ciri-ciri yang ada di tubuh pelaku, diketahui kalau korban murni bunuh diri.

“Petugas datang bersama bidan desa untuk mengevakuasi jasad korban. Dari keterangan medis, korban murni meninggal karena gantung diri,” ungkapnya.

Baca Juga  Saat Lebaran di Bandung Jenderal Dudung Gendong Cucu

Hartoyo menambahkan saat ini korban sudah dimakamkan di pemakaman desa setempat. Sementara, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi luar atau dalam. “Dari penuturan beberapa saksi, korban diketahui punya riwayat penyakit Asma,” terangnya.

(RB)

News Feed