oleh

Nurhadi : 4 Pilar, Kunci Rawat Kebhinekaan di Masa Pandemi

FOTO : ( dok)

BLITAR- Merawat Kebinekaan,menjadi kunci dan jaminan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Anggota MPR RI Nurhadi,S.Pd, mengatakan, konsepsi merawat Kebhinekaan adalah wujud pengakuan dan sekaligus penghormatan terhadap adanya heterogenitas dalam berbagai aspek kebangsaan.

.

“Konsepsi kebinekaan mengamanatkan pengakuan terhadap keberagaman dalam kerangka mencari titik temu atau titik persetujuan. Di mana dalam prosesnya, harus menjunjung tinggi kepentingan bersama, menegakkan toleransi dan menghormati perbedaan, serta mengedepankan semangat musyawarah untuk mufakat dalam meghadapi berbagai persoalan kebangsaan ,” ujar Nurhadi dalam keterangannya, Sabtu (17/04/2021).

.

Anggota MPR / DPR RI Fraksi NasDem ini menuturkan, MPR sebagai rumah kebangsaan harus menjembatani berbagai arus perubahan, pemikiran, dan beragam aspirasi rakyat. Di dalam rumah kebangsaan, segala perbedaan pendapat didengarkan dan dihormati, sehingga, pada akhirnya disatukan melalui musyawarah mufakat.

.

“Dengan konsepsi ini, MPR mendorong perubahan paradigma dan perspektif dalam memaknai kemajemukan. Keberagaman bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kekayaan yang menyatukan,” imbuhnya, saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan Pemerintah Desa, Kecamatan dan Tokoh masyarakat, bertempat di Taman wisata Edukasi 1001 impian di Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Propinsi Jawa Timur.

.

Selain itu, dia menuturkan, sebagai pengawal ideologi Pancasila, MPR merupakan lembaga yang akan selalu menjaga kelestarian Pancasila. Selain itu, MPR juga mengemban tugas memasyarakatkan nilai-nilai Pancasila sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

Baca Juga  TPPS Lamongan Ikhtiarkan Capai Target Stunting 2022

.

“Sebagai konsensus nasional yang telah menyatukan beragam entitas budaya, suku, agama, dan golongan, Pancasila adalah kunci eksistensi bangsa Indonesia yang tetap bersatu meskipun menghadapi berbagai tantangan kebangsaan dan dinamika zaman seperti saat Pandemi Covid 19 ini dan sebagai Renungan di Bulan Suci Romadhon ,” terangnya.

.

Baca juga:  Reses di Kabupaten Kediri, Nurhadi akan Perjuangkan Nasib PGIN
“Karenanya, kegiatan pemasyarakatan nilai-nilai Pancasila dilakukan untuk memastikan bahwa Pancasila senantiasa hadir pada setiap relung kehidupan ketatanegaraan dan segenap aspek kehidupan masyarakat apalagi dalam negara masih berjuang dalam menghadapi Pandemi Covid 19,” sambung Nurhadi.

.

Lebih lanjut, kata dia, sebagai pengawal kedaulatan rakyat, MPR adalah lembaga negara pelaksana kedaulatan rakyat yang memiliki kewenangan tertinggi untuk mengubah dan menetapkan konstitusi, serta menjamin tegaknya kedaulatan rakyat dan supremasi konstitusi.

 

Anggota DPR RI Komisi IX ini juga menuturkan, kewenangan tertinggi yang melekat pada kelembagaan MPR merujuk pada kedudukan MPR sebagai lembaga perwakilan rakyat yang memiliki dua unsur, yaitu seluruh anggota DPR dan seluruh anggota DPD. Sehingga, dalam diri MPR tidak saja ada representasi rakyat Indonesia secara keseluruhan, tetapi juga ada representasi rakyat Indonesia di tiap-tiap daerah.

Baca Juga  Persiapan Liga 3 Regional Jatim 2021, Persemag Bangkit Seleksi Calon Pemain U-19 dan U-23

.

“MPR adalah satu-satunya lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengubah dan menetapkan konstitusi sebagai hukum dasar, memilih wakil presiden yang diusulkan presiden ketika terjadi kekosongan wakil presiden, memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden ketika presiden dan wakil presiden berhalangan tetap secara bersamaan, serta memberhentikan presiden dan/atau wakil presiden dalam masa jabatannya menurut Undang-Undang Dasar,” jelasnya.

.

“Berbagai kewenangan politik ketatanegaraan tertinggi tersebut, tidak dapat digantikan perannya oleh lembaga negara lainnya. Sebagai representasi entitas politik dan sekaligus representasi aspirasi daerah, MPR adalah lembaga negara yang paling sahih merepresentasikan dan mengawal daulat rakyat,” tegasnya

.

Nurhadi juga mengingatkan, akan kewaspadaan masyarakat keberadaan Radikalisme itu ada dimana mana, salah satu contoh radikalisme masih ada adalah terdapat kejadian beberapa waktu lalu di Makasar adanya kejadian Bom bunuh diri, penangkapan teroris di wilayah kecamatan Rejotangan Kabupaten tulungagung.

.
” Bapak Ibu saya mengingatkan kembali bahwa aksi terorisme masih ada di negara kita, oleh karena itu saya mengajak hadirin semua untuk waspada, dengan cara saling memperhatikan saudara di sekitar kita agar kita tidak kecolongan adanya aksi teror yang menggangu stabilitas negara tercinta kita ini ” tutup Nurhadi di sambutannya.

Baca Juga  Pupuk Bersubsidi Dicabut, Ribuan Petani Tambak di Lamongan Turun Jalan

.

Sebagai informasi, hadir dalam acara tersebut, Ketua Dewan Pimpinana Cabang ( DPC ) Kecamatan Garum dan Kecamatan Kanigoro Partai NasDem, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda Dan Perwakilan Ulama.

Selama kegiatan berlangsung, dan dilaksanakan bertepatan Bulan Suci Ramadan, tetap mematuhi protokol Kesehatan.

.

Sementara, Hanik, Ketua DPC Kecamatan Kanigoro Partai NasDem Kabupaten Blitar mengapresiasi kegiatan Sosialisasi Empat Pilar ini dilaksanakan di wilayahnya. Dimana, selama ini belum pernah satu kali pun ada kegiatan Anggota DPR maupun MPR RI, digelar di wilayahnya.

.

” Baru kali ini ada Kegiatan Anggota MPR RI Dan DPR RI yang memanfaatkan basis kearifan lokal. Harapan kami, kegiatan ini dapat membangun silaturahmi dan dapat mengetahui langsung keadaan asli di bawah ” ucap Hanik dalam sambutannya.

.

Sekadar diketahui, dalam kegiatan tersebut, Nurhadi juga membagikan paket sembako yang disisihkan dari rejekinya. Tujuanya, meringankan beban masyarakat, seiring melemahnya nilai ekonomi masyarakat akibat Pandemi Covid 19.(her/ary)

News Feed