Magetan | jatim.siberindo.co – Keterbatasan anggaran daerah memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengambil langkah pahit dalam pengelolaan infrastruktur tahun ini. Alih-alih meresmikan proyek bangunan baru, pemerintah memilih fokus pada strategi bertahan, yakni memelihara aset yang sudah ada demi menjaga fungsi pelayanan publik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan, Muhtar Wakid, menjelaskan bahwa defisit anggaran menjadi alasan utama di balik pergeseran prioritas ini. Sejumlah proyek strategis yang dinantikan warga terpaksa “parkir” sementara.
Beberapa ruas jalan penting pun belum tuntas dalam pembangunan tahun lalu. Seperti ruas jalan Genengan-Bendo, jalan Maospati, Takeran-Genengan, dan Gorang-Gareng-Mojopurno.
Meski sebagian ruas tersebut sudah mendapatkan penanganan hotmix, Muhtar menyebut, penyelesaian menyeluruh belum bisa direalisasikan. “Prioritasnya harus dialihkan dari rencana melanjutkan pembangunan menjadi mempertahankan infrastruktur yang ada,” ungkapnya, Selasa (17/3/2026).
Muhtar menegaskan, meski kenyamanan berkendara mungkin menurun karena tidak adanya aspal baru yang mulus total, faktor keselamatan tetap menjadi harga mati. Pembangunan kali ini akan difokuskan untuk menutup lubang-lubang jalan agar akses tetap aman dilalui masyarakat.
Selain itu, kebijakan ini bak buah simalakama. Muhtar mengakui adanya konsekuensi politis dan teknis, mulai dari citra pemerintah di media sosial hingga dampak pada sektor ketahanan pangan dan mitigasi bencana.
”Program penanganan Banjir di wilayah Ngariboyo melalui pembangunan drainase senilai Rp2,5 miliar juga belum bisa terealisasi karena kendala dana yang sama,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan ini, PUPR Magetan mengajak masyarakat untuk menjadi “mitra” dalam menjaga infrastruktur. Pasalnya, banyak kerusakan jalan yang dipicu oleh saluran air yang tersumbat sampah atau dibendung secara ilegal oleh ulah oknum yang tidak bertanggungjawab.
”Strategi paling murah dan mudah adalah mengoptimalkan saluran yang ada, dan itu butuh kesadaran masyarakat,” pungkas Kepala PUPR Magetan (Rend)










