Magetan | Jatim.Siberindo.Co — Pemkab Magetan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar, nasih gencar mensosialisasikan Gempur Rokok Ilegal, sebagai upaya pencegahan peredaran rokok tanpa cukai.
Kali ini, event ke-12 yang bertajuk Talk Show tersebut digelar di lapangan Lembeyan Wetan Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pada Sabtu malam (12/11/2022).
Bupati Magetan, Suprawoto yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, dengan adanya acara seperti ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi bagi masyarakat Magetan Jawa Timur.
“Ini waktunya kita bangkit setelah 2 tahun dibelenggu pandemi, dengan adanya acara seperti ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar,” kata Bupati Suprawoto, Sabtu (29/10).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kantor Bea Cukai Madiun, Polres Magetan, dan juga Kejaksaan Negeri Magetan. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait ciri-ciri rokok ilegal, serta mengedukasi masyarakat atas pelanggaran rokok ilegal dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Untuk mengetahui rokok illegal, masyarakat hanya cukup mengingat jargon 2P2B, yaitu Polos, Palsu, Bekas dan Berbeda. Jadi, jargon ini kami sampaikan agar masyarakat dengan mudah mengetahui ciri-ciri rokok ilegal di pasaran,” kata petugas dari Bea dan Cukai cabang Madiun.
Selain dapat mengetahui dan mendeteksi adanya rokok ilegal, Dedi Norawan Resqiaji selaku narasumber dari Polres Magetan menyampaikan bahwa, sosialisasi gempur rokok ilegal ini yaitu mengajak masyarakat untuk tidak mengkonsumsi maupun mengedarkan rokok tanpa cukai. “Kita berkewajiban untuk mencegah adanya rokok ilegal khususnya di wilayah Jawa Timur,” jelasnya.
Senada dengan, Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan, Rudy Harsono dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi pencegahan rokok ilegal dengan anggaran DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) tahun 2022.
“Sosialisasi gempur rokok ilegal ini sudah ke beberapa kalinya di Magetan, dimulai pada Juli 2022. Selain untuk mengedukasi masyarakat, kegiatan yang dieventkan ini diharapkan bisa berdampak pada peningkatan ekonomi khususnya bagi masyarakat Kabupaten Magetan,” pungkasnya. (Ren/Adv)










