oleh

Dinas Kesehatan Sidoarjo Akui Ada Kesalahan Data Pasien Covid-19

SIDOARJO – Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mengakui ada penggelembungan data pasien Covid-19. Terjadinya penggelembungan data karena pasien dari luar kota telah dimasukkan sebagai data pasien Covid-19 di Sidoarjo.

Kadinkes Sidoarjo, dr. Syaf Satriawarman mengakui, data pasein Covid-19 selama ini terdapat kesalahan.

“Pasien yang sudah meninggal dan sembuh masih tercatat di data pasien Covid-19,” paparnya.

Selain itu, ada tiga rumah sakit rujukan yang melakukan kesalahan terhadap perawatan pasein Covid-19. Yakni, tidak dilakukan rawat inap, karena tidak ada penyakit bawaan, tetapi laporan pihak rumah sakit tercatat sebagai pasien rawat inap.

Baca Juga  Aktivis Pemerhati Pembangunan Menilai Kontraktor Hanya Mementingkan Keuntungan Semata

Penggelembungan data pasien Covid-19 terungkap setelah Forkopimda Sidoarjo melakukan sidak ke sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 salah satunya RSUD Sidoarjo.Tujuan dilakukan sidak tersebut, setelah adanya banyak temuan dan keluhan dari masyarakat terkait penanganan Covid-19.

Salah satunya pasien positif Covid-19 yang tidak dirawat dilaporkan ke Dinas Kesehatan Sidoarjo ada perawatan.

Dengan kejadian seperti ini Forkopimda Sidoarjo, mengajak berdialog dengan sejumlah dokter yang menangani pasien Covid-19, Selasa(13/10/2020).

Baca Juga  KP3 Kabupaten Bondowoso Konfirmasi ke Produsen dan Distributor

Dalam dialog dengan sejumlah dokter yang menangani pasien Covid-19, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji meminta data sejumlah pasien Covid-19 yang sebenarnya kepada Dinas Kesehatan dan rumah sakit rujukan.

Kombes Pol Sumardji juga mengatakan data positif aktif antara Sidoarjo dan Surabaya bedanya sangat jauh, salah satu contoh pasien Covid-19 di Surabaya ada 341 orang dan di Sidoarjo sendiri sebanyak 534 orang.

Baca Juga  Jelang Ramadhan, Bupati Sidoarjo kunjungi Bulog, ini tujuanya

Ini menjadi pertanyaan, karena di Surabaya jumlah penduduknya ada 5 juta, sedangkan di Sidoarjo sendiri penduduknya hanya 2.5 juta saja.

“Mengapa angka positif aktif lebih banyak di Sidoarjo, padahal upaya-upaya yang dilakukan Forkopimda Sidoarjo, untuk memutus rantai Covid-19 ini sudah kita lakukan hingga program operasi yustisi pun minim pelanggaran,” tegas Kapolresta Sidoarjo seperti dikutip petisi.co, grup siberindo.co. (try/petisi.co)

News Feed