Magetan | jatim.siberindo.co – Babak baru kepemimpinan Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan resmi dimulai. Sabrul Iman, S.H., M.H., M.M., resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan yang baru.
Dalam momen kenal sambut yang digelar pada Rabu (11/3), Sabrul menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, terutama dalam memastikan roda pembangunan berjalan di atas koridor hukum yang tepat.
Pernyataan Sabrul menyiratkan pesan penting mengenai pentingnya ketaatan terhadap aturan. Menurutnya, Kejari Magetan siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan yang bersih dan transparan.
“Kami siap bersinergi dengan Pemkab Magetan dalam mewujudkan pembangunan yang baik, sesuai dengan ketentuan dan aturan yang benar,” tegas Sabrul di hadapan jajaran Forkopimda.
Tak hanya soal birokrasi, Sabrul juga menunjukkan sikap inklusif. Ia menekankan bahwa Korps Adhyaksa di bawah kepemimpinannya akan bersikap terbuka terhadap aspirasi publik.
“Kami membuka pintu kepada semua lapisan masyarakat Magetan untuk menyampaikan saran dan pendapat demi memajukan Kabupaten Magetan,” imbuhnya, menandakan kesiapan Kejari untuk lebih dekat dengan rakyat.
Menyambut kehadiran nahkoda baru di Kejari Magetan, Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, atau yang akrab disapa Bunda Nanik, menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya. Baginya, kehadiran sosok pemimpin baru di Kejaksaan harus menjadi suntikan energi bagi tata kelola pemerintahan di Magetan.
“Semoga kehadiran Bapak dalam mengemban amanah di Magetan dapat memberikan kebaikan dalam upaya bersama mensejahterakan masyarakat,” ungkap Bupati Nanik.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan penguatan fungsi pengawasan dan pendampingan hukum yang nyata. Sinergitas yang kuat antara eksekutif dan yudikatif dianggap sebagai kunci utama dalam meminimalisir penyimpangan anggaran serta mempercepat laju kesejahteraan warga Magetan.
Kini, publik menanti bagaimana janji “buka pintu” dan “sinergi aturan” ini diterjemahkan dalam aksi nyata. Di tengah tantangan transparansi anggaran daerah, langkah Sabrul Iman dalam mengawal proyek-proyek strategis di Magetan akan menjadi tolok ukur integritas Kejaksaan ke depan. Apakah sinergi ini akan menjadi pengawas yang tajam atau sekadar mitra harmonis. (Rend)










