Magetan | jatim.siberindo.co – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Polres Magetan resmi memulai Operasi Ketupat Semeru 2026. Fokus utama operasi tahun ini adalah menjamin keamanan arus mudik dengan mengusung slogan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Kesiapan tersebut ditandai dengan digelarnya Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Magetan, Kamis (12/3/2026), yang dipimpin langsung oleh Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, serta dihadiri jajaran Forkopimda.
Operasi ini tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi juga merupakan kerja besar antarinstansi. Sebanyak 309 personel gabungan dikerahkan, yang terdiri dari 243 Personel Polri, 14 Personel TNI, 52 Personel instansi samping (Satpol PP, Dishub, BPBD, Dinkes, Senkom, dan RAPI).
”Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada soliditas kita bersama. Terus tingkatkan sinergisitas di lapangan demi mewujudkan kenyamanan masyarakat,” tegas AKBP Erik dalam amanatnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik dan wisatawan, Polres Magetan telah memetakan titik-titik krusial. Sebanyak 7 pos didirikan dengan fungsi yang berbeda-beda yaitu, Pos Pengamanan (Pos Pam) Alun-Alun Magetan, Kebun Refugia, Stasiun Magetan, dan Rest Area KM 597 B. Sedakan Pos Pelayanan (Pos Yan), terletak di jalur Wisata Sarangan dan Terminal Maospati, serta pos terpadu pertigaan.
Selain faktor kemacetan, Kapolres memberikan perhatian khusus pada potensi bencana hidrometeorologi. Mengingat musim penghujan, para pemudik diimbau untuk selalu waspada terhadap ancaman Banjir dan tanah longsor, terutama di jalur menuju kawasan wisata pegunungan.
“Sebelum mudik, pastikan kondisi kendaraan prima sebelum berangkat, jika lelah manfaatkan Pos Pam/Pos Yan yang tersedia, hindari jalur rawan saat terjadi hujan lebat atau cuaca ekstrem, dan gunakan layanan Call Center Polri 110 jika mengalami kendala di perjalanan,” jelas Kapolres Magetan.
Selain itu, cakupan Operasi Ketupat Semeru 2026 tidak hanya terbatas pada lalu lintas jalur mudik dan balik. Petugas juga disiagakan untuk mengamankan rangkaian kegiatan ibadah masyarakat, mulai dari malam takbiran, salat Idulfitri, halal bihalal, hingga pengamanan di titik-titik wisata selama masa libur lebaran. (Rend)










