Magetan | jatim.siberindo.co – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Pemkab Magetan resmi meluncurkan Gerakan Pilah Sampah dan Jumat Bersih dan Minggu Bersih (Jumingsih).
Bertempat di Rumah Kompos Pasar Sayur Magetan, program tersebut diambil sebagai strategi darurat untuk memutus rantai penumpukan sampah yang selama ini membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan lagi sekadar urusan petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab kolektif.
“Galakkan budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih, tetapi juga memiliki nilai ekonomis,” kata Bupati Nanik, Jumat (13/02/2026).
Wakil Bupati Magetan, SuyaTNI Priasmoro, memaparkan data krusial terkait komposisi sampah di wilayahnya. Menurutnya, sekitar 75 persen sampah rumah tangga di Magetan merupakan sampah organik.
”Jika sampah organik ini diolah melalui pengomposan mandiri di rumah, volume sampah yang diangkut ke TPA bisa ditekan secara signifikan,” ungkapnya.
Kang Suyat (sebutan akrabnya red) menggarisbawahi bahwa pemilahan sejak dari sumber (rumah tangga) adalah kunci utama efisiensi tata kelola sampah daerah.Untuk memastikan gerakan ini tidak sekadar seremoni, pemerintah menekankan tiga poin utama bagi masyarakat. Yaitu pemilahan wajib, optimalisasi bank sampah, serta budaya kerja bakti Jumingsih mulai tingkat desa hingga instansi.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, TNI/Polri, perangkat daerah, lembaga pendidikan, hingga sektor perbankan. Kehadiran berbagai elemen ini diharapkan mampu mengintegrasikan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Dengan penguatan budaya pilah sampah ini, Pemkab Magetan menargetkan perwujudan visi Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sekaligus memperpanjang usia pakai TPA melalui pengurangan timbulan sampah harian. (Rend)









