oleh

Mahasiswa Sampang Turun Jalan Akibat Kelangkaan Pupuk

SAMPANG – Terjadinya kelangkaan yang berakibat terhadap mahalnya pupuk menjadi perhatian para aktivis Mahasiswa di Sampang Madura Jawa Timur

Sedikitnya 60 Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) gelar aksi turun jalan dan mendatangi kantor Dinas Pertanian (Dispertan) setempat kamis 12/11

Dengan pengawalan ketat dari pihak keamanan, setibanya di depan kantor Dispertan para aktivis menggelar orasi serta meneriakkan yel yel membela petani dengan membentangkan spanduk maupun pamflet

Baca Juga  Penjualan Satwa Dilindungi Ditangkap Polda Jatim

Menurut Arifin Ketua Formasa yang memimpin jalannya aksi, seharusnya Dispertan memberikan pelayanan terhadap petani sesuai UU no 1 tahun 2020 dan regulasi tentang Harga Eceran Tertinggi (HET), mengotrol kebijakan harga eceran pupuk serta mendistribusikan pupuk secara merata dan mengeluarkan pupuk cadangan jika penyebaran pupuk belum merata
“Faktanya terjadi kelangkaan yang mengakibatkan harga pupuk menjadi mahal, sehingga merugikan para petani di Sampang,” teriak Arifin

Baca Juga  Sertijab Bupati Lamongan, Gubernur Jatim Berikan Arahan

Ia meminta agar Dispertan Sampang bertanggung jawab atas kelangkaan dan mahalnya pupuk

BPP maupun BPL pun tidak luput dari sasaran kemarahan Mahasiswa, Arifin meminta supaya Dispertan mengevaluasi kinerjanya dan mengusut tuntas penjualan benih padi gratis

Arifin mengancam jika dalam 10 hari kedepan tuntutan Mahasiswa dan petani tidak diindahkan maka akan mengosongkan kantor Dispertan dan melengserkan jabatan Plt Kepala Dispertan Suyono

Baca Juga  Kapolda Jatim :Ops Zebra Semeru 2021 Digelar, Ingat Jaga Sinergitas, Sabar dan Komunikasi

Menanggapi tuntutan aktivis Formasa Plt Kepala Dispertan Suyono menjelaskan Pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET)
“Alokasinya sudah ditentukan oleh Pusat, jadi petani yang mendapat pupuk bersubsidi yang terdaftar di Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK)

Belum puas dengan jawaban dari Plt Kepala Dispertan, Koordinator aksi memaksa Suyono untuk menandatangani tuntutan Mahasiswa yang sudah disiapkan sebelumnya.

(Zainul/Her/RadarBangsa.co.id)

News Feed