oleh

Warga Menolak, Cabup Nomor Urut 01 Menyebutkan Desa Botoputih Memiliki Stigma SDM Minim

TRENGGALEK – Warga Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek menolak jika disebut memiliki stigma Sumber Daya Manusia (SDM) minim atau rendah seperti disebut dalam debat publik oleh Cabup nomor urut 01, Alfan Rianto.

SM (48) warga Desa Botoputih mengatakan tidak setuju jika ada stigma SDM minim/rendah untuk masyarakat wilayah Kecamatan Bendungan.

“Bicara SDM, masyarakat Kecamatan Bendungan khususnya di Desa Botoputih sepertinya sudah lebih baik dan terus meningkat,” ujarnya, seperti dikutip petisi.co, grup siberindo.co, Minggu (11/10/2020) siang.

Lanjutnya, masyarakat Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan pada umumnya mayoritas sudah kreatif, ekonomi warga sudah mulai tertata dan terangkat dengan pemberdayaan susu sapi perah.

“Saat masa pandemi Covid-19 seperti ini saja tidak terlalu terpengaruh, dan ekonomi tetap stabil,” sambung SM.

Baca Juga  Nanik Sumantri dan Suyatni (NIAT) Daftar ke KPU Naik Delman

Bahkan, lanjut dia, Desa Botoputih akan dijadikan sentra produksi susu.

Sebelumnya dalam debat publik putaran perdana Cabup-Cawabup Trenggalek yang digelar oleh KPU di stasiun televisi swasta di Surabaya ditayangkan secara live pada 8 Oktober 2020 lalu, Cabup nomor urut 01, Alfan Rianto ketika menjawab salah satu pertanyaan moderator menyebutkan bahwa persoalandi Kecamatan Bendungan adalah masalah SDM, dan masalah SDM harus benar-benar terdidik. (par/petisi.co)

News Feed