SUMENEP, – Tim gabungan pencarian korban kecelakaan sendiri yang menyebabkan 2 orang warga Prenduan Sumenep hilang (Tenggelam) di perairan pulau Giligenting Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Senin (11/01/2020).
Bertempat di Mapolsek Prenduan, dilaksanakan giat apel gabungan pencarian korban dipimpin langsung oleh Kapolsek Prenduan AKP Ach. Supriyadi, SH., bersama personil Polsek Prenduan, Koramil Pragaan, Tenaga medis Puskesmas Pragaan, Tim Basarnas Jawa Timur One Risky, Adi Kurniawan, Edi Faizin, Agik Hamdani, Agung Santoso, Agus Santoso, Basarnas Sumenep H. Heri, Dian Widianto, Ibnu Hakim, dan beberapa nelayan desa, serta perwakilan keluarga korban.
“Pada hari Senin tanggal 11 Januari 2021 pukul 09.00 Wib, Tim Basarnas melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet dan titik pemberangkatan bertempat di Pelabuhan Desa Aeng panas Kecamatan Pragaan mengarah ke perairan Pulau Giligenting,” jelasnya.
Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti Setioningtyas, SH, menyampaikan kejadian orang hilang akibat laka sendiri warga desa Prenduan tenggelam di laut perairan pulau Giligenting.
“Kejadian pada hari Sabtu tanggal 9 Januari 2021 sekira pukul 23.30 WIB di laut perairan pulau Giligenting Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Adapun kronologis kejadian, berawal pada hari Subtu (9/01) sekira pukul 03.00 WIB, nelayan kesemuanya warga Dusun Pesisir Desa Prenduan Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Hendak mencari atau memancing ikan di perairan pulau Giligenting dengan menggunakan perahu milik Subli.
Kemudian, sekira pukul 23.30 WIB, salah satu korban bernama Ufais alias Hafik hendak buang air kecil, karena cuaca saat itu turun hujan dan kondisi licin korban terpeleset dan jatuh ke laut, melihat temannya jatuh saksi Moh Halifi langsung melompat ke laut dengan tujuan untuk menolong Ufais alias Hafik, namun keduanya hilang ditelan ombak.
“Yang ikut dalam Rombongan satu Gardan (Perahu) yaitu Subli, Ahmad Dhani, Supardi, Akfan, Andi, Hafik (korban yang hilang), Halipi (korban yang hilang),” terangnya.
Adapun langkah yang dilakukan diantaranya; Mendatangi rumah korban, koordinasi dengan Forkopimka Pragaan, koordinasi dengan Kades Prenduan, koordinasi dengan Polsek Giligenting, koordinasi dengan SatPolair.
“Sampai saat ini masyarakat sedang melakukan pencarian dengan menggunakan 5 kapal ataupun perahu,” pungkasnya.
(ONG)










