oleh

Sasaran Fisik Program TMMD Ke-110 Jember Mempercepat Perputaran Roda Ekonomi

JEMBER – Sasaran fisik program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-110 membidik dua desa di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember untuk mempercepat perputaran roda ekonomi. Hal itu disampaikan Komandan Kodim (Dandim) Jember, Letkol. Inf. La Ode M Nurdin saat rapat koordinasi (Rakor) dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jember, Drs. KH A. Muqit Arief, di aula bawah Pemkab Jember, Jumat 9 Oktober 2020.

Dandim menjelaskan, sasaran pembangunan fisik diantaranya membangun jembatan, tembok penahan tanah, pengerasan dan peningkatan jalan, renovasi ruang terbuka hijau (RTH), renovasi rumah, renovasi musholla, renovasi pos kamling, serta sasaran tambahan berupa lintasan lari di lapangan.

“Pembangunan fisik untuk mempercepat roda perputaran ekonomi di Desa Harjomulyo dan Mulyorejo,” ucap Dandim saat wawancara seperti dikutip petisi.co, grup siberindo.co.

Selain itu, pembangunan nonfisik juga dilakukan. Seperti penyuluhan Covid-19, bahaya terorisme, radikalisme, toleransi, serta penyuluhan kontrasepsi kependudukan dan sebagainya.

Sementara Plt. Bupati Jember menyatakan akan segera menindaklanjuti hasil koordinasi dengan TNI untuk menyukseskan program TMMD tersebut.

Baca Juga  Pemkab Dharmasraya Menerima 38 Ton Benih Jagung Bersertifikat dari Kementan RI

Dalam sepekan ini, lanjutnya, akan dilakukan koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. “Kami akan rapat di internal (Pemkab Jember), terkait bagaimana bentuk sinerginya,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan, semangat swadaya masayarakat di dua desa tersebut sangat luar biasa.

“Masyarakat sempat menyewa back hoe, terus menata jalan dan membuat jalan tembus sendiri,” ucap pejabat yang akrab disapa Kiai Muqit itu.

Baca Juga  Perkuat Sinergi Dalam Penegakan Disiplin Personel TNI-Polri, Kadiv Propam Polri Sambangi Danpuspom AD

Selain pembangunan fisik, Kiai Muqit berharap kepada personel TMMD agar mengedukasi masyarakat terkait wabah Covid-19. Menurutnya, masyarakat di desa cukup banyak yang belum memahami wabah tersebut. (eva/petisi.co)

News Feed