oleh

Waspada! 15 Kabupaten/ Kota Korban Covid-19 Wafat Jatim Tembus 1.684 Orang

Oleh : Djoko Tetuko Abd Latief, MSi, Sekretaris Dewan Penasehat SMSI Jatim

Waspada!. Walau menunjukkan tren menurun, data kasus kematian (kasus pasien wafat) karena terinfeksi virus Corona di Jatim, dari 1.877 orang ternyata 90 persen berada di 15 kabupaten/kota, menembus 1.684 orang

Data dari Satgas Gugus Tugas Covid-19 Jatim mencatat bahwa tingkat pasien wafat tertinggi masih Kota Surabaya, yaitu 819 orang atau hanya terpaut 111 dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) dengan data kasus wafat 930.

Data kasus wafat Surabaya Raya sudah jauh melampoi Jakarta, dimana sudah sampai pada pasien wafat 1.185 orang, yaitu terdiri atas (Surabaya = 818; Sidoarjo = 211; dan Gresik = 153). Data kasus wafat ini sudah mendominasi hampir 70 persen dari total pasien wafat di Jatim 1.877 (sampai tanggal 9 Agustus 2020, pukul 16:00).

Baca Juga  Satgas Ingatkan Covid-19 Masih Lama (Sabar Obat Paling Mujarab)

Pemilahan wilayah atau daerah dengan data kasus wafat tinggi ini, diambil dari data kab/kota se Jatim, sejak Covid-19 menyebar di Indonesia, termasuk di Jatim, pada tanggal 3 Maret 2020 sampai saat ini. Dimana ada 15 daerah kab/kota sudah mencapai angka wafat di atas 25 orang.

Dari 15 Kab/Kota dengan Data Kasus Wafat Tinggi, 1. Kota Surabaya 819, 2. Sidoarjo 211, 3. Gresik 153, 4. Kota Malang 64, 5. Kab. Pasuruan 80, 6. Jombang 46, 7. Kab. Malang 43, 8. Kab. Kediri 28, 9. Bangkalan 51, 10. Lamongan 53, 11. Bojonegoro 29, 12. Kota Pasuruan 34, 13. Pamekasan 27, 14. Tuban 27, dan 15. Nganjuk 29.

Baca Juga  Politik Hijau dan Jurnalisme Hijau, Kado Terindah untuk Bumi

Sedangkan perkembangan terakhir penanganan Covid-19 di Jatim, 10 Kab/kota masih zona merah, 5 kab/kota sudah masuk zona kuning dan 23 Kab/kota masuk zona oranye.

Dari penjelasan di tabel peta Jatim, ada empat katagori zona, yaitu; zona hijau, zona kuning risiko rendah, zona oranye risiko sedang, dan zona merah risiko tinggi.

Pekembangan terakhir sebagaimana data di atas, maka perlu melakukan “penguncian data” minimal mulai 10 Agustus 2020 sampai ke depan, apakah jumlah pasien wafat masih tinggi atau sudah turun. Melakukan analisa ini sangat menguntungkan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa upaya Pemprov Jatim sudah sangat maksimal dan mencapai hasil secara siginifikan.

Baca Juga  Sumut dan Riau Bersaing dengan Jatim, Jabar dan Jakarta

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, sangat berharap untuk selalu bersikap positive thingking. Sebab, pihaknya sedang berusaha melakukan upaya untuk menurunkan angka kematian.

Melakukan penguncian data sekaligus analisis secara khusus, sangat penting supaya lebih terdata khusus dan tertangani secara khusus pula. Mengingat data kasus pasien wafat pada tanggal 1 Agustus 2020 sudah tinggi, yaitu; Surabaya (776), Sidoarjo (196), Gresik (146), Kota Malang (57) dan Kab. Pasuruan (67). Data itu menunjukkan bahwa sesungguhnya di beberapa daerah sudah menurun angka pasien wafat, sehingga perlu pendataan dan pemetaan terkini, sekaligus analisa faktor wafat karena apa?. Semoga beberapa langkah dan upaya ini dapat segera menguntungkan angka pasien wafat di Jatim. (@)

Komentar

News Feed