oleh

Diduga Proyek Siluman, Bangunan TPT Tanpa Papan Nama Ambrol

LAMONGAN – Bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang terletak di ruas jalan poros desa yang menghubungkan antara desa Badu dan desa Dengkeng Kecamatan Sugio ambrol sekitar 15 meteran.

Pantauan awak media dilokasi bangunan TPT. Bangunan dengan kisaran panjang hingga mencapai 100 meteran yang ambrol didua titik tersebut, diperkirakan terjadi sekitar dua mingguan yang lalu.

Selain itu, disepanjang jalan proyek bangunan penahan tanah itu juga tidak ditemukan atau dilengkapi dengan adanya papan nama proyek, kegiatan tahun berapa dan sumber dananya dari mana.

Kepala Desa Wanar, Ali Thohir saat dimintai tanggapan berkaitan dengan ambrolnya bangunan TPT di wilayah tersebut mengaku tidak tahu itu proyeknya dari mana asalnya.

Baca Juga  Pandemi Covid-19 : Bupati Magetan Akan Kembangkan 2 Puskesmas Jadi RSUD Type D

” Itu bukan proyek dari anggaran dana desa, kalau proyek dari desa jelas ada papan namanya. Saya juga tidak tahu itu proyeknya milik siapa,” tutur Kades Wanar Ali Thohir beberapa waktu yang lalu.

Kades juga mengungkapkan, proyek bangunan TPT itu diperkirakan dilaksanakan pada tahun 2017 – 2018. Ambrolnya bangunan itu pihaknya juga tidak mengetahui kapan terjadinya.

Baca Juga  Wabup Sidoarjo : Meminta Peran Serta Ansor dan Banser dalam Pembangunan

Sementara itu, saat awak media mencoba menanyakan perihal bangunan TPT itu milik siapa kepada warga sekitar desa. Warga mengatakan kalau tidak salah itu adalah proyeknya kaji Ghofur.

” Kaji Ghofur DPRD itu loh,” ucap warga disekitaran lokasi bangunan TPT yang ambrol tersebut dengan singkat.

 

(Ard)

News Feed